Pada tahun 1973, Bishop dan partnernya melihat adanya “70 nm triple-layered virus” dalam “duodenale epitelium” anak yang menderita diare dengan mikroskop elektron. Virus ini diberi nama virus rota (Latin rota “roda”) yang didasarkan pada gambaran mikroskop elektron dari pinggir luar kapsid sebagai pinggiran suatu roda ………………………………………

HPV

Februari 27, 2007

Human Papilomavirus adalah suatu virus yang terdiri lebih dari 80 tipe dan terbagi atas dua, yaitu virus berisiko tinggi yang terdiri dari 12 tipe dan virus berisiko rendah. HPV menyebar melalui hubungan seksual, terutama pada wanita yang melakukan hubungan seksualdengan lebih dari satu pria.

 

HPV tipe 6,11, 42, 43, dan 44 adalah tipe yang berisiko rendah adalah tipe yang berisiko rendah dan dihubungkan dengan condyloma pada genital. Sedangkan tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68 adalah tipe berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks. HPV menular dengan mudah melalui hubungan seks.

 

HPV menginfeksi sel epitel squamous yang terstratifikasi dan melalui kaskade proses seluler, menstimulasi proliferasi seluler. Setelah terinfeksi HPV, sel dapat menjadi hiperplastik dan berkembang menjadi diplasia berat dan bahkan kanker infasif.

Mikroabsorpsi di kulit atau mukosa, membuat HPV dapat masuk ke lapisan basal sel. HPV menginduksi sel untuk berploriferasi, membagi dan mengembang secara lateral. Ketika sel yang terinfeksi matang ke permukaan, replikasi virus dan pembentukan partikel virus terjadi pada permukaan suprabasilar. Ketika sel mencapai permukaan bagian atas epidermis atau mukosa, partikel virus terlepas dan dapat menginfeksi jaringan di dekatnya.

 

Kofaktor pada infeksi HPV tampak mempercepat perkembangan sel kanker. Koinfeksi dengan virus herpes, klamidia, dan HPV duhubungkan dengan peningkatan risiko kanker serviks.

 

HPV adalah anggota famili Papovirida, dengan diameter 55 um. Virus ini mempunyai kapsul isohedral yang telanjang dengan 72 kapsomer, serta mengandung DNA sirkuler dengan untaian ganda. Berat molekulnya 5 x 106Dalton. Dikenal beberapa spesies virus papilloma, yaitu spesies manusia, kelinci, sapi dan lain-lain. Saat ini telah diidentifikasi sekitar 70 tipe HPV dan mungkin akan lebih banyak lagi di masa mendatang. Masing-masing tipe mempunyai sifat tertentu pada kerusakan epitel dan perubahan morfologi lesi yang ditimbulkan. Kurang lebih 23 tipe HPV dapat menimbulkan infeksi pada alat genitalia eksterna wanita atau laki-laki, yang meliputi tipe HPV 6,11,16, 18, 30, 31, 33, 34, 35, 39, 40, 42, 45, 51-58.

 

Virus papiloma memiliki ukuran kurang lebih 55nm, genomenya terbentuk oleh dua rantai (double stranded) DNA yang dibentuk oleh kurang lebih 8000bp.

 

HPV

Februari 27, 2007

Human Papilomavirus adalah suatu virus yang terdiri lebih dari 80 tipe dan terbagi atas dua, yaitu virus berisiko tinggi yang terdiri dari 12 tipe dan virus berisiko rendah. HPV menyebar melalui hubungan seksual, terutama pada wanita yang melakukan hubungan seksualdengan lebih dari satu pria.

 

HPV tipe 6,11, 42, 43, dan 44 adalah tipe yang berisiko rendah adalah tipe yang berisiko rendah dan dihubungkan dengan condyloma pada genital. Sedangkan tipe 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68 adalah tipe berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks. HPV menular dengan mudah melalui hubungan seks.

 

HPV menginfeksi sel epitel squamous yang terstratifikasi dan melalui kaskade proses seluler, menstimulasi proliferasi seluler. Setelah terinfeksi HPV, sel dapat menjadi hiperplastik dan berkembang menjadi diplasia berat dan bahkan kanker infasif.

Mikroabsorpsi di kulit atau mukosa, membuat HPV dapat masuk ke lapisan basal sel. HPV menginduksi sel untuk berploriferasi, membagi dan mengembang secara lateral. Ketika sel yang terinfeksi matang ke permukaan, replikasi virus dan pembentukan partikel virus terjadi pada permukaan suprabasilar. Ketika sel mencapai permukaan bagian atas epidermis atau mukosa, partikel virus terlepas dan dapat menginfeksi jaringan di dekatnya.

 

Kofaktor pada infeksi HPV tampak mempercepat perkembangan sel kanker. Koinfeksi dengan virus herpes, klamidia, dan HPV duhubungkan dengan peningkatan risiko kanker serviks.

 

HPV adalah anggota famili Papovirida, dengan diameter 55 um. Virus ini mempunyai kapsul isohedral yang telanjang dengan 72 kapsomer, serta mengandung DNA sirkuler dengan untaian ganda. Berat molekulnya 5 x 106Dalton. Dikenal beberapa spesies virus papilloma, yaitu spesies manusia, kelinci, sapi dan lain-lain. Saat ini telah diidentifikasi sekitar 70 tipe HPV dan mungkin akan lebih banyak lagi di masa mendatang. Masing-masing tipe mempunyai sifat tertentu pada kerusakan epitel dan perubahan morfologi lesi yang ditimbulkan. Kurang lebih 23 tipe HPV dapat menimbulkan infeksi pada alat genitalia eksterna wanita atau laki-laki, yang meliputi tipe HPV 6,11,16, 18, 30, 31, 33, 34, 35, 39, 40, 42, 45, 51-58.

 

Virus papiloma memiliki ukuran kurang lebih 55nm, genomenya terbentuk oleh dua rantai (double stranded) DNA yang dibentuk oleh kurang lebih 8000bp.

 

Varicella zoster virus

Februari 24, 2007

Varicella zoster virus

Virus Classification

Group : Group I (ds DNA)
Family : Herpesviridae
Subfamily : Alphaherpesvirinae
Genus : Varicellovirus
Species : Human Herpesvirus 3 (HHV-3)

Virus varisela-zoster (VVZ) menginfeksi melalui mukosa saluran napas atas dan orofaring, berkembang biak dan dapat menyebar ke berbagai organ, terutama ke kulit dan lapisan mukosa.Virus yang masuk pertama kali ke tubuh, disebut infeksi primer dan manifestasi klinis pada kulit dan mukosa adalah cacar air (varisela).
Setelah infeksi primer selesai, virus tidak hilang tuntas dari tubuh melainkan masuk ke ujung saraf sensoris dan menuju ke ganglion saraf tepi serta bersembunyi di sana untuk beberapa lama. Pada saat ini orang yang pernah mengalami penyakit cacar air tersebut menjadi kebal terhadap virus tersebut sehingga bila terinfeksi VVZ tidak menyebabkan cacar air lagi.

Pada awalnya, penderita akan merasa sedikit demam,pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Pada kasus yang lebih berat, akan merasa nyeri sendi, sakit kepala dan pusing, dan setelah beberapa hari timbul kemerahan pada kulit di sekitar dada dan perut atau punggung dan disekitar anggota gerak dan wajah.
Kemerahan pada kulit akan berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini akan menyebabkan rasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bekas/bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.
Jika lenting cacar air tersebut dipecahkan, krusta akan terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. Kondisi ini akan memudahkan infeksi bakteri pada bekas luka garukan tadi. Setelah mongering,bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.
SUMBER :
http://en.wikipedia.org/wiki/Varicella_zoster_virus
http://id.wikipedia.org/wiki/Cacar_air
http://www.indomedia.com

http://www.sinarharapan.co.id

S.Yuniarti.Manurung ( 068114006 )

Floriberta Yoaquin Intan ( 068114033 )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.