INFEKSI JAMUR PADA SUSUNAN SARAF PUSAT
Mei 17, 2008
INFEKSI JAMUR PADA SUSUNAN SARAF PUSAT
(Cryptococcus neoformans)
Cryptococcus neofarmans adalah jamur seperti ragi (yeast like fungus) yang ada dimana-mana di seluruh dunia. Jamur ini menyebabkan penyakit jamur sistemik yang disebut cryptococcosis, dahulu dikenal dengan nama Torula histolitica. Jamur ini paling dikenal sebagai penyebab utama meningitis jamur dan merupakan penyebab terbanyak morbiditas dan mortalitas pasien dengan gangguan imunitas. Cryptococcus neofarmans dapat ditemukan pada kotoran burung (terutama merpati), tanah, binatang juga pada kelompok manusia (colonized human). Gejalanya seperti meningitis klasik yang melibatkan meningitis secara difus. Dengan adanya AIDS, insiden cryptococcal meningitis meningkat drastis. Di Amerika, meningitis ini termasuk lima besar penyebab infeksi oportunistik pada pasien AIDS. Infeksi pertama biasanya melalui inhalasi sehingga terbentuk focus primer pada paru yang biasanya asimptomatik dan sembuh spontan. Dari focus primer ini dapat terjadi penyebaran hematogen ke tulang, visera dan otak. Infeksi otak dapat menimbulkan penyakit yang progresif dan fatal.
mau Tahu kelanjutannya???? klik aja di bawah ini,,,
- Treponema pallidum -
Mei 16, 2008
Sifilis atau penyakit Raja Singa adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang kompleks, disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Perjalanan penyakit ini cenderung kronis dan bersifat sistemik. Hampir semua alat tubuh dapat diserang, termasuk sistem kardiovaskuler dan saraf. Selain itu wanita hamil yang menderita sifilis dapat menularkan penyakitnya ke janin sehingga menyebabkan sifilis kongenital yang dapat menyababkan kelainan bawaan atau bahkan kematian. Jika cepat terdeteksi dan diobati, sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotika. Tetapi jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang ke fase selanjutnya dan meluas ke bagian tubuh lain di luar alat kelamin.
rossana-olivia-hartono-078114109- Treponema pallidum selengkapnya…..
- NEISSERIA MENINGITIDIS -
Mei 16, 2008
Penyakit Meningokokus adalah satu penyakit berjangkit. Neisseria menigitidis
(meningokokus) merupakan bakteri kokus gram negatif yang secara alami hidup di dalam
tubuh manusia. Meningokokus bisa menyebabkan infeksi pada selaput yang menyelimuti
otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), infeksi darah dan infeksi berat lainnya pada
dewasa dan anak-anak. Neisseria gonorhoeae, juga merupakan kokus gram negatif alami
pada manusia, yang menyebabkan gonore, suatu penyakit menular seksual yang bisa
mengenai uretra, vagina dan anus dan bisa menjalar ke sendi. Banyak spesies Neisseria yang
secara normal hidup di tenggorokan dan mulut, vagina dan usus, tetapi mereka jarang
menyebabkan infeksi.Neisseria menigitidis (meningokokus) merupakan bakteri kokus gram
negatif yang secara alami hidup di dalam tubuh manusis. Meningokokus bisa menyebabkan
infeksi pada selaput pembungkus otak dan medulla spinalis (meningitis), infeksi darah dan
infeksi berat lainnya pada dewasa dan anak-anak.
Neisseria gonorhoeae, juga merupakan kokus gram negatif alami pada manusia, yang
menyebabkan gonore, suatu penyakit menular seksual yang bisa mengenai uretra, vagina dan
anus dan bisa menjalar ke sendi.
Banyak spesies Neisseria yang secara normal hidup di tenggorokan dan mulut, vagina dan
usus, tetapi mereka jarang menyebabkan infeksi.
mahendra-agil-kusuma-o781141334- NEISSERIA MENINGITIDIS selengkapnya…….
TB, asma, kanker paru – paru, dan pneumonia adalah kasus paru – paru yang umum ditemui di rumah-rumah sakit di Indonesia. Masyarakat awam pun relatif familiar dengan penyakit di atas. Namun sebenarnya ada salah satu penyakit paru yang kejadiannya tidak terlalu sering namun kerap terjadi karena terdapat penyakit paru lain yang mendasarinya, yaitu aspergilosis, penyakit infeksi paru akibat jamur.
Di antara jutaan jamur di muka bumi ini, jenis Aspergillus sp. paling sering menimbulkan infeksi paru. Jamur ini merupakan jamur rumahan yang sporanya sangat banyak bertebaran di udara dan di dalam rongga pernapasan manusia yang sehat. Pada saat kekebalan tubuh rendah, pertumbuhan jamur akan merajalela dan Aspergillus mampu menginvasi arteri dan vena, sehingga lokasinya bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh.
Spesies Aspergillus merupakan jamur yang umum ditemukan di materi organik. Meskipun terdapat lebih dari 100 spesies, jenis yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia ialah Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Aspergillus fumigatus dan Aspergillus clavatus yang semuanya menular dengan transmisi inhalasi. Umumnya Aspergillus akan menginfeksi paru-paru. Aspergillus dapat menyebabkan banyak penyakit pada manusia, bisa jadi akibat reaksi hipersensitivitas atau invasi langsung.
LIHAT HALAMAN SELENGKAPNYA 07-0852
HADI SETIAWAN
07 8114 085
Mumps virus
Mei 16, 2008
Mumps Virus
Oleh : Paulina 078114048
Fakultas Farmasi Indonesia
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
![]() |
ABSTRACT
Mumps virus adalah ssRNA virus yang termasuk dalam genus Rubulavirus. Virus ini merupakan virus yang memiliki amplop dan pada sepanjang permukaannya terdapat tonjolan-tonjolan yang terlihat menyerupai paku-paku yang besar. Penyakit akibat infeksi dari mumps virus adalah penyakit beguk, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut mumps. Virus ini akan menyerang kelenjar air liur ( kelenjar parotid). Umumnya penderita mumps adalah anak-anak usia 5 sampai 15 tahun. Cara penularan mumps adalah melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi. Komplikasi beguk terjadi satu minggu setelah gejala penyakit ini muncul. Meningitis, orchitis, pankreasitis, oophoritis, dan keguguran merupakan komplikasi dari mumps. Gejala yang paling umum apabila seseorang terinfeksi mumps virus adalah pembengkakan pada kelenjar parotid, panas tinggi, dan sakit pada saat menelan. Perawatan dapat dilakukan dengan cara memberi Paracetamol atau Acetaminophen pada anak yang menderita gejala demam. Penyakit beguk atau mumps dapat dicegah dengan cara imunisasi. Nama imunisasi untuk mencegah infeksi mumps virus adalah MMR ( untuk pertahanan terhadap Measles, Mumps, dan Rubella).
…………………………………………………………………………………………………………………………
Jika anda sudah bosan dengan belajar mendengar, melihat, dan menanyakan sesuatu, sekalipun itu cuma di dalam hati bisa jadi saat itu juga anda sudah mati.
…………………………………………………………………………………………………………………………
——-tHe End——-
Newcastle Disease Virus
Mei 16, 2008
NEWCASTLE DISEASE VIRUS,,,,
Penyebab Newcastle Disease
tahukan Anda????
Margareta Sisca Ganwarin (078114032)
Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma
Pendahuluan :
Newcastle Disease (ND) juga di kenal dengan sampar ayam atau Tetelo yaitu penyakit yang disebabkan oleh Newcastle Disease Virus dari golongan Paramyxovirus. Virus ini biasanya berbentuk bola, meski tidak selalu (pleomorf) dengan diameter 100 – 300 nm. Genome virus ND ini adalah suatu rantai tunggal RNA. Virus ini menyerang alat pernapasan, susunan jaringan syaraf, serta alat-alat reproduksi telur dan menyebar dengan cepat serta menular pada banyak spesies unggas yang bersifat akut, epidemik (mewabah) dan sangat patogen. Virus ND dibagi dua tipe yakni tipe Amerika dan tipe Asia. Pembagian ini berdasarkan keganasannya dimana tipe Asia lebih ganas dan biasanya terjadi pada musim hujan atau musin peralihan, dimana saat tersebut stamina ayam menurun sehingga penyakit mudah masuk.
Yang ganas cepat sekali menular, dan seringkali menimbulkan kematian secara mendadak. Penyakit ini pertama ditemukan oleh DOYLE pada tahun 1926 di Newcastle (Inggris), dan mengidentifikasinya sebagai paramyxovirus-1 (PMV-1). Saat ini dikenal empat strain PMV-1 yaitu, strain Viscerotropic velogenik bersifat akut dan menginfeksi saluran pencernaan, dapat menimbulkan tingkat kematian yang tinggi 90%, Neurotropic velogenic yang dapat menyebabkan paralisis kaki, strain mesogenik dapat menyebabkan akut pernapasan dan menimbulkan kematian lebih dari 50%, dan strain lentogenik yang kurang virulen. Penularannya cepat dan kematian yang ditimbulkan sangat tinggi. Sampai sekarang ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi bagaimanapun dapat digunakan vaksin untuk mencegah penyakit ini. Untuk itu lebih baik mencegah daripada mengobati.
klik ini buat info lebih lengkapnya : uplot-mikro-margareta-sisca-ganwarin6
Human adenovirus D tipe 36
Mei 16, 2008
Nama: Fandri Astika M
NIM: 078114139
Kelas: C
Human Adenovirus D tipe 36
Ӂ Klasifikasi :
Group : I (dsDNA)
Family : Adenoviridae
Genus : Mastadenovirus
Species : Human Adenovirus D tipe 36 (HadV-D tipe 36)
Ӂ Sejarah :
♣ Sejarah Adenovirus
Adenovirus ditemukan secara kebetulan oleh Rowe dan kawan-kawan pada tahun 1953 dalam usahanya mencari dan mengasingkan virus penyebab selesma (commond cold).virus tumbuh baik pada biakan jaringan adenoid dengan membentuk efek sitopatik (ESP) oleh sebab itu dinamakan adenovirus.
♣ Sejarah Human Adenovirus D tipe 36
Virus ini pertama kali ditemukan pada ayam yang mengalami kegemukan oleh Dr.Nikhil Dhurandhar dari University of Wisconsin, Madison.Ternyata setelah diteliti ada hubungan antara lemak tubuh dan adanya antibodi adenovirus 36.Pada riset terdahulu menunjukkan bahwa ayam atau tikus yang diberi suntikan virus ini menunjukkan penambahan berat yang cukup besar (lemaknya meningkat dengan kisaran 50-100%), tetapi yang mengherankan justru kadar kolesterol serta trigliserida dalam darahnya lebih rendah.Sekarang akan dibahas adenovirus 36 yang menyerang manusia, yang mana berhubungan dengan kegemukan pada manusia.Yang mana terdapat pada sekitar 30% manusia gemuk dan 11% manusia yang tidak mengalami kegemukan, yang disebabkan karena adanya adenovirus 36. Virus ini juga menyebabkan kegemukan pada ayam, tikus, dan kera.
Ӂ Morfologi :
Struktur
•Virion:
Virion infektif, berbentuk ikosahedral kecil dengan karakteristik terdapatnya serabut (berfungsi sebagai alat yang dapat menyebabkan penyakit pada sel inang).Serabut ini keluar dari puncak ikosahedral tersebut, kapsid yang tersusun dari 252 kapsomer, berdiameter 70-90 nm, serabut mencuat dari tiap puncak segitiga
•Komposisi:
13% DNA, 87% protein
•Genom:
DNA beruntai ganda, BM 20-30 juta, protein terikat pada ujung, infeksius
•Protein :
Antigen penting ( heksona, dasar pentona, serabut), berhubungan dengan protein-protein kapsid terluar
•Selubung:
Tidak ada
•Replikasi:
di dalam nukleus sel inang
Ӂ Siklus Hidup:
Familia Adenovirus
Replikasi adenovirus dimulai dengan cara virus melekat pada sel, penetrasi (partikel virus masuk ke dalam sel), dan pelepasan selubung (terjadi degradasi proteolitik dan pemisahan selektif pada saat pembongkaran). Kemudian virus menghentikan sintesis makro molekul sel inang yang dapat menyebabkan kematian sel tersebut.Setelah itu virus segera membentuk gen E1A dan E1B untuk mencegah kematian sel prematur yang akan menghasilkan virus dengan pengaruh tambahan. Proses dilanjutkan dengan replikasi DNA virus di dalam inti dengan cara mensintesis protein virus di dalam sitoplasma. Kemudian polipeptida hasil sintesis dirakit menjadi kapsomer di dalam sitoplasma.Di dalam nukleus kapsomer dirakit menjadi kapsid dan kemudian DNA virus masuk ke dalam kapsid.
Adenovirus 36
Proses replikasi adenovirus 36 sampai sekarang belum diketahui.Hal ini sedang dikaji dan diteliti lebih lanjut.
Ӂ Penyakit Yang Ditimbulkan:
Obesitas (kegemukan)
Salah satu hal yang menarik tentang adenovirus 36 adalah virus ini berkaitan dengan obesitas/kegemukan pada manusia. Meningkatnya adipose nampaknya berhubungan dengan pengurangan kandungan trigliserida dan kolesterol dalam darah.Virus ini mengubah stem sel manusia menjadi sel gemuk. Stem sel adalah jenis sel induk yang terjadi dalam bentuk yang tidak jelas dan meningkatkan eksistensi sel-sel khusus dalam tubuh. Lebih dari separuh stem sel pada jaringan diubah menjadi sel-sel lemak sehingga jumlah sel lemak meningkat dan mengakibatkan terjadinya timbunan lemak. Timbunan lemak yang terbentuk tidak akan hilang, tetapi dapat menyusut dan akan tetap ada. Saat infeksi terjadi, virus lemak (adeno virus 36) menyebar ke dalam darah dan sel-sel lemak, berikutnya virus memacu sel-sel lemak untuk mengambil kolesterol dalam dan trigliserida dari dalam darah sehingga terjadi penumpukan pada sel-sel lemak. Hal ini diakibatkan oleh gen adenovirus 36 yang disebut E4Orfl yang mana merupakan kunci dari terjadinya penimbunan lemak. Karena gen inilah yang mengubah stem sel menjadi sel-sel lemak. Itulah sebabnya pada orang yang terinfeksi, kadar kolesterol dalam darahnya menjadi labih rendah dari orang normal.
Ӂ Gejala
Menurut hasil penelitian, orang yang gemuk di sekitar dada dan perutnya memiliki kemungkinan lebih besar untuk terinfeksi adenovirus 36.
Ӂ Penyebaran
Familia Adenovirus
Penyebaran adenovirus terutama melalui jalur oral-tinja, tetapi dapat juga ditularkan melalui droplet pernafasan atau lewat benda-benda yang terkontaminasi.
Adenovirus 36
Penyebaran adenovirus 36 ini diperkirakan melalui droplet pernafasan, tetapi hal ini belum jelas sehingga sedang dikaji lebih lanjut.
Ӂ Pengendalian:
Familia Adenovirus
Dalam usaha pengandalian adenovirus pernah dibuat vaksin dan diberikan hanya pada satuan militer saja.hal ini dilakukan dengan melemahkan virus hidup kemudian dibiakkan pada sel diploid manusia dan dimasukkan ke dalam kapsul gelatin, kemudian diberikan secara oral. Virus kemudian dilepaskan di dalam usus sehingga dapat meningkatkan imunitas sel inang. Sekarang vaksin telah ditarik dari peredaran karena diketahui bahwa pada ujicoba dengan menggunakan kera, kera tersebut memiliki virus tumor (SV40).Sebagian besar strain adenovirus tidak dapat bereplikasi pada sel kera kecuali bila terdapat SV40.
Adenovirus 36
Vaksin untuk adenovirus 36 belum ditemukan, hal ini sedang dicari dan dipelajari lagi karena masih banyak pertanyaan yang muncul tentang adenovirus 36 ini, seperti lama virus ini tinggal dalam tubuh,atau lama waktu yang diperlukan untuk menimbulkan efek, dan mekanisme persisnya virus ini menginfeksi sehingga dapat menyebabkan obesitas.
Ӂ Manfaat :
Gen adenovirus 36 yaitu E4Orfl ternyata dapat meningkatkan sensitifitas insulin.sehingga dengan adanya perkembangan teknologi yang ada, hal ini akan sangat membantu dalam pengobatan pada penderita diabetes.
Ӂ Daftar Pustaka :
1. Anonim, 2007, Virus Penyebab Kegemukan, diakses taggal 27 april 2008, http://www.andriewongso.com/awartikel-449-AW_Corner-Virus_Penyebab_Kegemukan
2. Anonim, 1994, Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, 300-302, Binarupa Aksara, Jakarta
3. Connor,S., 2007, virus throw its weigh about, diakses taggal 27 april 2008, http://www.nzherald.co.nz/section/1/story.cfm?c_id=1&objectid=10459078
4. Dhurandhar,N.,2007, Adipogenic Human Adenovirus-36 reduces leptin expression and secretion and increased glucose by uptake by fat cells, 87-96, International Journal of Obesity vol 31, USA
5. Dhurandhar,N.,2007, Human Adenovirus-36 is accociated with increased body weight and paradoxical reduction of serum lipid, 281-286, International Journal of Obesity vol 29, USA
6. Jawetz,E., 1996, Mikrobiologi Kedokteran, 401-411, EGC, Jakarta
Fandri Astika M ( 078114139 )
Salmonella thyposa
Mei 16, 2008
SALMONELLA THYPOSA
Salmonella adalah suatu genus bacteria enterobakteria gram negatif berbentuk tongkat yang mengakibatkan penyakit paratifus, tifus, dan penyakit foodborne. Species-species salmonella bisa bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfide. Salmonella ini diberi nama oleh Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika Serikat, meskipun sebenarnya rekannya Theobald Smith yang pertama kali menemukan bakteri ini pada tahun 1885 pada tubuh babi.
Salmonella merupakan kuman gram negatif, tidak berspora dan panjangnya bervariasi. Kebanyakan species bergerak dengan flagel peritrih. Salmonella tumbuh cepat pada pembenihan biasa tetapi tidak meragikan sukrosa dan laktosa. Kuman ini merupakan asam dan beberapa gas dari glukosa dan manosa. Kuman ini bisa hidup dalam air yang dibekukan dengan masa yang lama. Salmonella resisten terhadap zat-zat kimia tertentu misalnya hijau brilian, natrium tetrationat, dan natrium dioksikholat. Senyawa ini menghambat kuman koliform dan karena itu bermanfaat untuk isolasi salmonella dari tinja.
Klasifikasi Salmonella thyposa
Kingdom : Bakteria
Phylum : Proteobakteria
Classis : Gamma proteobakteria
Ordo : Enterobakteriales
Familia : Enterobakteriakceae
Genus : Salmonella
Species : Salmonella thyposa
Salmonella digolongkan ke dalam bakteri gram negatif sebab salmonella adalah jenis bakteri yang tidak dapat mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan gram. Bakteri gram positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara gram negatif tidak. Pada uji pewarnaan gram, suatu pewarna penimbal ditambahkan setelah metal ungu, yang membuat semua gram negative
1
menjadi berwarna merah/merah muda. Pengujian ini berfungsi mengelompokkan kedua jenis bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka. Banyak species bakteri gram negative bersifat patogen ( penyebab penyakit) yang berarti mereka berbahaya bagi organisme inang. Sifat patogen ini berkaitan dengan komponen tertentu pada dinding sel gram negative terutama lapisan lipopolisakarida atau dikenal sebagai endotoksin.
Dasar-dasar Virulensi
1. Memiliki endotoksin yang menyebabkan berbagai gejala toksis termasuk demam, leucopenia, pendarahan, hipotensi, dan koagulasi intravaskuler yang tersebar.
2. Beberapa mengeluarkan eksotoksin.
3. Dibantu oleh daya antifagositosis.
4. Kemampuan untuk tetap hidup di dalam makrofag tanpa diketahui mekanismenya.
Gejala Klinik
1. Keracunan lewat makanan
2. Menelan kuman yang ada di dalam makanan yang tercemar.
3. Penetrasi ke dalam sel-sel epitel selaput lender dan invasi ke sekitarnya menyebabkan terjadinya radang akut.
4. Kolonisasi kuman pada ileum dan cecum.
5. Pengeluaran prostaglandin oleh adanya enterotoksin, mengakibatkan terjadinya pengaktifan adenilsiklasa dan meningkatnya AMP siklis.
6. Peningkatan sekresi cairan pada usus kecil dan usus besar.
7. Tidak membutuhkan pengobatan yang khas kecuali untuk mengganti cairan yang hilang.
8. Pemberian antibiotika akan memperbanyak jumlah pembawa kuman.
Septikemia ( penyakit Ekstraintesinal)
1. Penyakit akut biasanya merupakan infeksi nosokomial, yang timbul dengan tiba-tiba dan segera menyerang ke dalam aliran darah.
2. Kuman yang menyebar luas dapat mengakibatkan terjadinya abses local, osteomielitis, dan endokarditis.
3. Angka kematian tinggi ( 30 sampai 50%) tergantung dari derajat daya tahan penderita sebelum sakit.
2
4. Tidak ada pengobatan yang khas kecuali mempertahankan fungsi-fungsi vital dan pengobatan terhadap kuman penyebabnya.
Patogenesis dan Patologi
Salmonella thyposa bersifat infektif terhadap manusia dan infeksi organisme ini berarti ditularkan dari sumber manusia. Tetapi, sebagian besar salmonella bersifat patogen bagi binatang yang merupakan sumber untuk infeksi bagi manusia. Binatang-binatang ini meliputi unggas, babi, binatang pengerat, sapi, kura-kura sampai burung kakaktua.
Di antara faktor-faktor yang menyebabkan resisten terhadap infeksi salmonella adalah keasaman lambung, jasad renik flora usus normal dan daya tahan usus.
Pada manusia, salmonella menimbulkan 3 macam penyakit utama, tetapi sering juga ditemukan bentuk campuran:
A. Demam Enterik
Salmonella yang termakan mencapai usus halus dan masuk ke kelenjar getah bening lalu dibawa aliran darah. Kemudian kuman dibawa oleh darah menuju berbagai organ termasuk usus di mana organisme berkembang biak dalam jaringan limfoid dan diekskresi dalam tinja. Setelah masa inkubasi 10-14 hari, timbul demam, lemah, sakit kepala, konstipasi. Demam sangat tinggi, limpa serta lever menjadi besar. Pada beberapa kasus terlihat bintik-bintik merah yang berlangsung sebentar. Jumlah sel darah putih normal atau rendah. Pengobatan dengan khloramfenikol atau ampisilin telah mengurangi angka kematian kurang dari 1%. Kadang-kadang Salmonella thyposa resisten terhadap obat-obat tersebut dan memberi reaksi terhadap trimetoprim-sulfametoksazol
B. Enterokolitis
Merupakan gejala yang paling sering dari infeksi Salmonella. Setelah makan Salmonella, 8 hingga 48 jam, timbul mual, sakit kepala, muntah dan diare yang hebat, dengan beberapa lekosit dalam tinja tetapi jarang terdapat darah. Biasa terdapat demam ringan tetapi biasanya kejadian ini sembuh dalam 2-3 hari. Gejala lain, biasanya diawali dengan demam lebih dari seminggu, pada awalnya seperti terkena flu(tanpa batuk dan pilek). Hanya saja, demam tifus muncul pada sore dan malam hari dan tidak juga turun meskipun sudah minum obat penurun demam/panas. Yang kedua, lidah yang terlihat berselaput putih susu di bagian tengah. Bila semakin parah, lever dan limpa bisa membengkak. Penyakit ini bisa berkomplikasi pada usus sehingga mengalami luka.
3
Sementara itu, yang sering menipu, suhu tubuh sering mendadak turun sehingga penderita menganggap sembuh.
Pengobatan
Pada diare yang hebat, penting penggantian cairan dan elektrolit. Opiat mungkin diperlikan untuk mengurangi kejang. Hampir tiga puluh tahun lalu, khloramfenikol merupakan obat pilihat, lalu ampisilin. Resistensi terhadap banyak obat-obat, yang dipindahkan secara genetik oleh plasmid-plasmid di antara kuman enterik, memegang peranan dalam masalah pengobatan infeksi Salmonella. Pada sebagian besar pembawa kuman, organisme tetap dapat hidup/ada dalam kantong empedu(terutama bila terdapat batu) dan dalam saluran empedu. Beberapa pembawa kuman menahun telah diobati hanya dengan ampisilin saja, tetapi pada sebagian besar kasus dibutuhkan kholesistektomi yang harus bergabung dengan pemberian obat.
Gambar di atas merupakan produk dari PT. Exer Indonesia berupa madu murni dari hasil tes analisis mikrobiologi(tes lab Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Batan).
4
Madu ini bersifat anti bakteri Salmonella thyposa, anti bakteri Eschericia coli, anti bakteri Staphylococcus aureus.
Pencegahan dan Pengawasan
Tindakan sanitasi harus dilakukan untuk mencegah kontaminasi makanan dan air oleh binatang pengerat atau binatang lain yang mengeluarkan salmonella. Unggas, daging, dan telur yang terinfeksi harus dimasak dengan sempurna. Kholesistektomi atau ampisilin dapat menghilangkan keadaan ”pembawa kuman”. Selanjutnya, perlu diperhatikan makanan yang dikonsumsi. Usahakan makanan yang dikonsumsi benar-benar bersih dan bebas dari lalat yang beterbangan.
Rumus struktur ampisillin
C
OC
H
NH2
HN
H
N
H
S
CH3
CH3
O
COOH
H
Ampisillin
DAFTAR PUSTAKA DAN INTERNET
1. Jawetz, Ernest.1995. Mikrobiologi untuk profesi kesehatan. Hal 299-303. Jakarta: EGC
2. Johnson, Arthur G et al. 1994. Mikrobiologi dan Imunologi. Hal 68-70. Jakarta: Binarupa Aksara
3. www.korantempo-online.com diakses tanggal 3 Februari 2008
4. www. detailproduct.com diakses tanggal 3 Februari 2008
5
Ardi Prasetyo 078114097
RACUN DUNIA
Mei 16, 2008
PENDAHULUAN
Pada kasus intoksikasi melalui makanan, tidak ada kasus yang lebih berbahaya dibandingkan dengan botulisme. Penyebabnya adalah Clostridium botulinum. Botulisme ini sudah menyebar hampir ke seluruh dunia. Bakteri ini menghasilkan racun yang sangat berbahaya; 1 ons racun yang dihasilkan mampu mebunuh semua penduduk Amerika Serikat!
Botulisme biasa terjadi karena mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi Clostridium botulinum. Botulisme dapat dihindari dengan memanaskan makanan sebelum dikonsumsi. Kasus – kasus yang terjadi selalu berkaitan dengan mengonsumsi makanan dingin. Contohnya, kasus terbesar di Michigan, Amerika Serikat pada tahun 1977 ketika 58 orang menderita botulisme setelah memakan makanan kaleng di sebuah restoran. Pada tahun 1982, seorang pria Belgia meninggal karena botulisme setelah makan makanan yang terbuat dari daging salmon kaleng yang telah terkontaminasi Clostridium botulinum.
Botulisme juga dapat terjadi pada bayi tapi, hal ini jarang terjadi. Hal ini tejadi sejak masa kehamilan enam bulan pertama. Selain itu, terdapat pula botulisme pada luka yang merupakan analog dari tetanus. Namun, botulisme pada luka ini sangat langka.
KLASIFIKASI
Kingdom : Bacteria
Divisi : Firmicutes
Kelas : Clostridia
Ordo : Clostridiales
Famili : Clostridiaceae
Genus : Clostridium
Species : Clostridium botulinum
VIEW FULL TEXT 07-060
VIVI ELVIRA 07 8114 060
virus demam kuning
Mei 16, 2008
Demam kuning adalah penyakit demam akut yang ditularkan oleh nyamuk. Demam ini dikenali sebagai penyakit untuk pertama kalinya pada abad ketujuh belas, namun baru pada tahun 1900 sampai 1901 Walter Reed dan rekan-rekannya menemukan hubungan antara virus demam kuning dengan nyamuk Aedes aegypti dan penemuan ini membuka jalan bagi pengendalian penularan penyakit demam kuning ini.
Demam kuning merupakan penyakit yang gawat di daerah tropika. Selama lebih dari 200 tahun sejak diketahui adanya perjangkitan di Yukatan pada tahun 1648, penyakit ini merupakan salah satu momok terbesar di dunia. Pada tahun 1905, New Orleans dan kota-kota pelabuhan di Amerika bagian Selatan terjangkit epidemi demam kuning yang melibatkan sekurang-kurangnya 5000 kasus dan menimbulkan banyak kematian.
Selanjutnya… klik di sini

