KORONAVIRUS ( Virus SARS ) menyerang pernafasan

Mei 16, 2007

KORONAVIRUS

Kristian Bayu K       068114060

Alvonsus Rudianto   068114118

 

            Koronavirus merupakan virus RNA besar yang berselubung. Koronavirus manusia menyebabkan batuk pilek dan telah dikaitkan dengan gastroenteris pada bayi. Koronavirus hewan menimbulkan infeksi menetap dalam inang alamiah. Struktur dan komposisi dari koronavirus adalah Virion: virion tidak dibentuk melalui pertunasan pada selaput plasma, sejumlah besar partikel dapat terlihat pada permukaan luar sel yang terinfeksi dan kemungkinan diadsorbsi setelah virion dilepaskan, sehingga beberapa koronavirus lebih sering menimbulkan infeksi sel yang menetap daripada menjadi sitosidal, virion berbentuk bulat, berdiameter 80-160 nm, nukleokapsid heliks berdiameter 9 – 11 nm, Genom: RNA beruntai tunggal linear tak bersegmen, protein stuktural virus meliputi protein nukleokapsid terfosforilasi dan mengandung dua glikoprotein ( bertindak sebagai protein matriks yang teranam dalam lapisan ganda lipid selubung dan berinteraksi dengan nukleokapsid, dan satu fosfoprotein terselubung serta mengandung duri besar / daun bunga yang menyebabkan hemaglutirasi dan mempunyai aktifitas asetil esterase, Replikasi : sitoplasma, partikel matang melalui pertunasan kedalam retikulum endoplasma dan golgi, serta koronavirus mengalami rekombinasi frekuensi tinggi selama replikasi, hal ini tidak lazim untuk virus RNA dengan genom yang tak bersegmen dan merupakan penyebab dari variasi dari antigenik, dengan diterjemahkannya masing – masing mRNA subgenomik kedalam polipeptida tunggal, prekursor poliprotein tidak lazim pada infeksi koronavirus, kemungkinan RNA genomik menjadi suatu poliprotein yang diolah untuk menghasilkan polimerase RNA virus,  karakter yang menonjol: memperlihatkan frekuensi rekombinasi yang tinggi, sukar tumbuh dalam biakan sel. Klasifikasi koronavirus dibagi dalam dua kelompok antigenik koronavirus manusia yang diwakili oleh strain 228E dan OCH3. Infeksi koronavirus pada manusia merupakan patogen yang dapat menimbulkan penyakit yang ditandai dengan destruksi sel epitel dan kehilangan kemampuan absorptif. Penyakit yang kitimbulkan dari infeksi koronavirus adalah: Penyakit pernafasan dan batuk pilek, infeksi Gastrointestinal akut, penyakit Neurologik susunan syaraf pada hewan. Imunitas: seperti virus lain, timbul kekebalan tetapi tidak absolut. IgA sekretorik mungkin penting tetapi hal ini belum dibuktikan. dan diagnosis laboratorium adalah dengan cara: isolasi dan identifikasi virus ( mengusahakan isolasi virus dengan menggunakan biakan organ trakea embrionik manusia ), pemeriksaan langsung ( dapat dideteksi dengan menggunakan uji enterik ELISA pada tinja dengan menggunakan mikroskop elektron ), serologi ( menggunakan uji hemaglutinasi pasif dimana sel eritrosit dapat dilapisi antigen koronavirus diaglutinasi oleh sera yang mengandung antibodi ). Epidomologi: Antibodi terhadap koronavirus pernafasan timbul pada masa awal kanak – kanak, prevalensinya meningkat dengan umur, dan ditemukan lebih dari 90 % pada orang dewasa. 

Sumber:Jawetz, Melnich & Adelberg, Mikrobiologi Kedokteran, Buku kedokteran EGC                                                                                1996, 629 – 631, JakartaSidell SG, Wege H, ter Meulen V: The biology of coronavirus. J Gen Virol 1983 : 64 : 761.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: