Alphavirus penyebab Chikungunya

Mei 17, 2007

Alphavirus penyebab Chikungunya

A. Definisi

Chikungunya merupakan sejenis penyakit atau sejenis demam virus yang disebabkan oleh alphavirus dari keluarga Togaviridae. Penyakit ini disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nama penyakit yang disebut chikungunya berasal dari bahasa Makonde yang artinya melengkung ke atas. Maksudnya adalah merujuk pada tubuh yang membungkuk karena gejala arthritis penyakit ini.

 

B. Gejala

Gejala penyakit ini sangat mirip dengan Demam berdarah. Hanya saja kalau chikungunya akan membuat semua persendian terasa ngilu. Penyakit ini memang belum begitu dikenal tapi yang menguntungkan adalah penyakit ini tidak mematikan.

Seperti diketahui sebelumnya penyakit ini disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang juga merupakan penyebar penyakit DBD. Bedaya adalah pada virus DBD akan ada produksi racun yang menyerang pembuluh darah dan menyebabkan kematian. Sedangkan pada virus penyebab chikungunya akan memproduksi virus yang menyerang tulang kaki.

Demam dari penyakit ini ditandai dengan demam tinggi mencapai 39 derajat C, menggigil, sakit kepala, sakit perut disertai nyeri sendi dan otot, disusul dengan bintik-bintik merah (ruam)di sekujur tubuh, terutama badan dan lengan. Kadang-kadang penderita mual dan muntah-muntah. Yang membedakan dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian. Terkadang disertai juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Gejala yang timbul pada anak-anak sangat berbeda seperti nyeri sendi tidak terlalu nyata dan berlangsung singkat. Ruam juga lebih jarang terjadi. Tetapi pada bayi dan anak kecil timbul:

· kemerahan pada wajah dan munculnya ruam kemerahan dalam bentuk papel-papel (maculopapular) atau erupsi seperti biduran (urtikaria)

· Rasa linu di persendian tangan dan kaki serta pergelangan lutut.

· Demam tinggi yang disertai muntah-muntah, menggigil, sakit kepala, sakit perut serta bintik merah pada kulit seperti penderita demam berdarah.

· Mimisan bisa terjadi pada pasien anak-anak.

 

C. Pencegahan

Dalam upaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menghentikan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Cara sederhana yang sering dilakukan masyarakat misalnya:

– Menguras bak mandi

– Menutup tempat penyimpanan air

– Mengubur sampah

– Menaburkan larvasida

-Memelihara ikan pemakan jentik

– Pengasapan

– Pemakaian anti nyamuk

-Pemasangan kawat kasa di rumah

Tidak terdapat sebarang rawatan khusus bagai Chikungunya. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri sendiri dan akan sembuh sendiri. Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah mengetepikan penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya.

Selain itu perlu kewaspadaan misalnya ada anggota keluarga yang merasa pegal dan linu disertai demam dan sedikit pusing. Tarik sedikit untuk memastikan timbulnya bercak atau bintik merah pada kulit. Jika benar-benar timbul bercak segera periksa darah yaitu kadar trombosit untuk memastikan anggota keluarga teserang DBD atau chikungunya.

 

D. Cara Penularan

Penyebaran virus terjadi melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dengan masa inkubasi 1 – 12 hari.

 

E. Pengobatan

Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk chikungunya. Umumnya pengobatan bersifat simtomatis. Penderita akan diberi obat penurun panas dan penghilang rasa sakit. Dianjurkan banyak beristirahat dan banyak minum serta mengonsumsi menu makanan bergizi. Tubuh perlu dijaga tetap prima sampai masa inkubasi virus berakhir. Vitamin bisa digunakan untuk menambah daya tahan tubuh.Untuk membedakan dengan penyakit demam berdarah, dapat dilakukan tes serologi.

Usahakan tetap berbaring di tempat tidur dan lakukan aktivitas yang sifatnya ringan, agar rasa nyeri di persendian tidak makin parah. Bila ada anggota keluarga yang terserang, segera ungsikan anak-anak agar terhindar dari penyebaran virus yang cepat. Selain itu siapkan mental untuk menghadapi nyeri selama berbulan-bulan. Nyeri sulit dihilangkan, meski gejala yang menyertai demam chikungunya telah hilang tuntas.

Penyakit ini memang tidak mematikan, namun mengingat gejalanya yang sangat mirip dengan demam berdarah maka sebaiknya penderita dianjurkan tetap pergi ke dokter.

 

F. PENANGGULANGAN

Kegaiatan penggulangan yang dapat dilakukan antara lain:

  • pengobatan penderita
  • penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan jentik
  • pengambilan dan pengiriman sampel serum penderita
  • pemberantasan sarang nyamuk (3M, larvasiding, ikanisasi)
  • fogging (bila diperlukan)
  • penyuluhan kesehatan serta kerjasama lintas program dan sektor.

 

http://www.info-sehat.com/content.php

http://www.iptek.net.id/ind

http://www.wikipedia.com

 

 

Oleh :

Thomas Anggun Dian P. (068114130)

Prasetya Jati (068114144)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: