Bakteri pembawa maut

Mei 17, 2007

Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu bakteri yang berbahaya. Karena sering terdapat pada infeksi opportunistik dan infeksi nosokomial pada pasien immunocompromise sebagai akibat dari luka bakar atau trauma yang berat, sehingga menyebabkan penyakit seperti kanker, diabetes, dan cystic fibrosis (CF), immunosuppresion, dan operasi besar.

CARA PENULARAN

Bakteri ini pada umumnya melalui air dan masuk melalui jaringan yang akan diinfeksi. Bakteri ini akan menyebabkan infeksi pada saluran cerna, mata, telinga, kulit, saluran pernapasan, otak, hati. Pada infeksi yang disebabkan bakteri ini biasanya timbul gejala gatal-gatal.

 

Infeksi Pseudomonas yang serius sering terjadi di rumah sakit dan bakteri biasanya ditemukan di tempat yang lembab, seperti bak cuci dan wadah air kemih. Bahkan organisme ini ditemukan dalam cairan antiseptik tertentu.

Infeksi paling serius terjadi pada orang yang sistem kekebalannya terganggu, baik karena pengobatan maupun penyakit.

Pseudomonas bisa menginfeksi darah, kulit, tulang, telinga, mata, saluran kemih, katup jantung dan paru-paru.

Luka bakar juga bisa terinfeksi oleh Pseudomonas, menyebabkan infeksi darah yang sering berakibat fatal.

Pada penderita luka bakar dan kanker, bakteri sering masuk ke dalam darah. Bila tanpa pengobatan, infeksi yang berat bisa menyebabkan syok dan kematian.

Infeksi ini sering menyebabkan daerah ruam berwarna hitam keunguan dengan diameter sekitar 1 cm, dengan koreng di tengahnya yang dikelilingi daerah kemerahan dan pembengkakan. Ruam ini sering timbul di ketiak dan lipat paha.

 

DIAGNOSA

 

Diagnosis bisa dilakukan dengan pembiakan di laboratorium dari contoh darah dan kerokan kulit.

 

 

PENGOBATAN

 

Jika infeksi terbatas pada daerah luar seperti kulit, jaringan yang mati dan abses yang besar, maka dilakukan pengangkatan melalui pembedahan, lalu dibasahi dengan larutan antibiotik.

 

Otitis eksterna maligna, infeksi organ dalam dan infeksi darah memerlukan pengobatan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah) selama beberapa hari atau beberapa minggu

Kadang-kadang katup jantung yang terinfeksi bisa diobati dengan antibiotik, tetapi sering kali perlu dilakukan pembedahan jantung untuk mengganti katup yang telah mengalami kerusakan

 

 

Baru – baru ini ditemukan bahwa bakteri ini sudah menjadi lebih resisten dan lebih berkembang lagi. Bakteri ini mulai resisten terhadap obat-obat seperti : penisilin sefalosporin generasi pertama dan kedua, tetrasiklin, kloramfenikol,dan makrolid

Dwi Mayawati 068114147

Erma Putri 068114176

Linawati Buntoro 068114182

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: