campak jerman(068114084,068114086)

Mei 17, 2007

Campak Jerman ( VIRUS RUBELLA)

Klasifikasi virus Rubela : anggota famili Togaviridae, adalah anggota satu-satunya genus Rubivirus.
Rubella adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus (rubella),
dikenal juga dengan nama German measles atau campak Jerman atau campak tiga hari. Rubella adalah penyakit demam akut yang ditandai dengan ruam dan limfadenopati suboksipital dan aurikuler posterior yang mengenai anak-anak dan dewasa muda. Penyakit ini merupakan yang paling ringan diantara eksantema virus yang lazim. Namun, infeksi selama kehamilan dini dapat menimbulkan kelainan janin yang serius.
Paogenesis dan Patologi: infeksi terjadi melalui mukosa saluran pencernaan bagian atas. Replikasi virus mula-mula mungkin terjadi dalam saluran pernapasan, diikuti dengan perkembangbiakan daalm kelenjar getah bening servikal. Viremia timbul setelah 5-7 hari dan berlangsung hingga timbul antibodi pada sekiar hari ke-13 hingga ke-15. timbulnya antibodi berbarengan dengan timbulnya ruam. Setelah timbul ruam, virus hanya dapat tetap dideteksi dalam nesofaring.
Gambaran klinik dari penyaki ini yaitu: demam 3-4 hari tidak turun-turun, flu-like syndrome, alias sindroma mirip sakit influenza, seperti keluar ingus, batuk, iritasi atau radang tenggorokan, mata merah, lalu keluar bintik-bintik merah yang disebabkan virus rubella. Sementara rubella, bintik merahnya lebih seperti pulau-pulau kecil, dengan ukuran mencapai 1-2 milimeter besar bintiknya. Namun bentuknya tidak menyambung seperti bintik merah pada campak biasa.
Virus rubella cenderung menyerang anak-anak yang masih mengalami tumbuh kembang, mulai bayi usia 1 hari, bahkan yang masih dalam dikandungan ibunya, sampai 15 tahun. Usia tumbuh kembang merupakan masa rentan terkena berbagai virus, termasuk rubella. Orang dewasa juga bisa terkena virus ini. “Tapi, orang dewasa yang tekena adalah mereka terlambat tumbuh kembangnya. Itu termasuk aneh, karena sebenarnya rubella merupakan penyakit anak.”
Antibodi Rubela tampak dalam serum pesien ketika ruam menghilang, dan titer antibodi meningkay dengan cepat dalam 1-3 minggu berikutnya. Sebagian besar antibodi permulaan terdiri dari antibodi IgM, yang umumnya tidak menetap di luar 6 minggu setelah sakit. Antibodi IgM rubela yang ditemukan dalam contoh serum tunggal yang diperoleh 2 minggu setelah ruam memberikan bukti adanya infeksi rubela yang baru. Antibodi IgM rubela biasanya menetap seumur hidup. Satu serangan penyakit ini memberikan imunitas seumur hidup, karena hanya terdapat satu tipe antigenik dari virus ini. Adanya riwayat rubela bukan merupakan petunjuk yang meyakinkan untuk imunitas, Ibu yang imun memindahkan antibodi kepada keturunannya, yang kemudian terlindung selam 4-6 bulan.
Epidemiologi: rubela menyebar secara luas di seluruh dunia. Infeksi terjadi sepanjang tahun dengan kejadian puncak pada musim semi. Epidemi terjadi setiap 6-10 tahun, dengan ledakan pandemik setiap 20-25 tahun.
Pengobatan: rubela merupakan penyakit ringan yang dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan spesifik. Rubela yang dibuktikan secara leboratorium pada 3-4 bilan pertama kehamilan umumnya berkaitan dengan infeksi janin; abortus terapeutik merupakan satu-satunya cara untuk menghindari resiko malformasi bayi pada kasus seperti ini. Globulin imun USP yang disuntikkan pada ibu tidak melindungi janin terhadap infeksi rubela, karena biasanya tidak diberikan cukup dini untuk mencegah viremia. Namun, pada kasus dimana infeksi terjadi pada awal kehamilan dan tidak dilakukan pengakhiran kehamilan, sebaiknya diberikan globulin imun walaupun harapan akan keberhasilan tipis.
Virus rubela hidup yang dilemahkan telah ada sejak tahun 1969. yang asli (HPV77) diolah dalam sel embrio bebek; pada tahun 1979 vaksin ini diganti dengan vaksin kedua, RA27/3, yang ditumbuhkan kepada sel diploid manusia. Vaksin ini menghasilkan titer antibodi yang jauh lebih tinggi dan imunitas yang lebih bertahan dan lebih kuay daripada HPV77. vaksin ini dapat juga menghasilkan antibodi IgA dalam saluran pernapasan dan dengan demikian mengganggu infeksi oleh virus liar. Vaksin ini tersedia sebagai antigen tunggal atau kombinasi dengan vaksin campak dan gondongan. Vaksin ini aman dan menimbulkan sedikit efek samping pada anak-anak. Kemungkinan terdapat demam ringan, limfadenopati, dan ruam yang berlangsung singkat tetapi tidak terdapat efek residual yang menetap. Pada orang dewasa, efek samping yang sau-satunya bermakna adalah artralgia. Pada wanita setelah pubertas, vaksin ini menimbulkan artralgia dan artritis yang sembuh sendiri pada sekitar sepertiga penerima vaksin.

Gambar:

Sumber:
Jawet dkk,1996, Mikrobiologi Kedokteran, 548-549 , EGC, Jakarta
http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=8947
http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0304/17/041358.htm
http://www.kompas.com/kesehatan/news/0505/29/205947.htm
http://www.geocities.com/Vienna/Strasse/2994/drhendra/dh07.html
http://www.keluargasehat.com/klinika-isi.php?news_id=534
http://www.cdc.gov/nip/diseases/rubella/default.htm

oleh:
felisita A.K. (068114084)
nyoman V.L.(068114086)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: