HEPATITIS B ??

Mei 17, 2007

HEPATITIS B ????

Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh “Virus Hepatitis B” (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Penyakit Hepatitis tidak semata-mata virus tapi bisa disebabkan karena keracunan obat.
Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan:
Gejala hepatitis ringan dapat berupa :
1. selera makan hilang
2. rasa tidak enak di perut
3. mual sampai muntah
4. demam ringan
5. kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas.
6. setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning
7. kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis B pasca periode akut.
1. jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh.
2. jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif.
3. jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Hepatitis B yang sudah kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi.

PENULARAN

Cara penularan virus hepatitis B:
1. Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.
2. Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama serta hubungan seksual dengan penderita.

Virus hepatitis B ditularkan lewat darah, air seni, tinja, dan sekresi usus, air liur, sekresi alat kelamin pria dan wanita, air susu ibu dan cairan tubuh yang lain, juaga dapat ditularkan dengan cara kontak langsung dengan penderita.

SIKLUS VIRUS HEPATITIS B

Virus hepatitis B (VHB) masuk ke dalam sitoplasma lalu mulai melepas selubungnya. Lalu partikel inti dari VHB masuk ke dalam inti sel dan di sana terjadi transkripsi. Lalu keluar lagi ke sitoplasma dan melakukan traslasi. Setelah itu penyusunan dan pembungkusan. Terjadi pengurangan sintesis rangkaian dengan transcriptase terbalik dan penambahan sintesis rangkaian dengan DNA polimerase. Pembentukan organisme baru dengan cara memasuki seagian tubuh organisme lain. Perpindahan secara vesikular ke selaput sel dan keluar dari sitoplasma.

PENCEGAHAN

Penularan virus hepatitis B dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan, penapisan donor darah dan mencegah perilaku seks beresiko tinggi.

PENGOBATAN

Pengobatan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara oral dan injeksi.

Obat lini pertama yang digunakan untuk mengobati orang sudah terkena infeksi kronis adalah interferon, lamivudine, adefovir dipivoxil, dan entecavir.

Dwi Mayawati 068114147

Erma Putri 068114176

Linawati Buntoro 068114182

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: