iih…lepra??? (068114010, 068114015, 068114043)

Mei 18, 2007

Myobacterium leprae

Merupakan salah satu penyakit tropis yang ditemukan pada tahun 1874, oleh GA Hansen. Kuman ini

berbentuk batang, gram positip, berukuran 0.34 x 2 mikron dan berkelompok membentuk globus. Kuman Myohacterium leprae hidup pada sel Schwann dan sistim retikuloendotelial, dengan masa generasi 12­24 hari, dan termasuk kuman yang tidak ganas serta lambat berkembangnya

PENYEBAB

Penyakit kusta disebabkan oleh bakteri Myobacterium leprae biakkan kuman tersebut yaitu melalui: telapak kaki tikus, tikus yang diradiasi, armadillo, kultur jaringan syaraf manusia dan pada media buatan Diagnosis penyakit lepra melalui usapan sekret hidung dan melalui kerokan kulit penderita. Kuman yang berada di secret hidung yang kering, dapat bertahan hidup sampai 9 hari di luar tubuh, sedangkan di tanah yang lembab dan suhu kamar, kuman ini dapat bertahan sampai 46 hari Prevalensi yang tercatat merupakan hasil kumpulan kasus

selama beberapa tahun bahkan beberapa dekade lalu.

PENGOBATAN

Sampai tahun 1950 belum ditemukan obat yang efektifuntuk menyembuhkan penyakit kusta, satu-satunya cara untuk menangani penderita kusta adalah dengan mengisolasi penderita ketempat penawatan khusus. Kemudian ditemukan dapson, yaitu obat anti penyakit kusta yang pertama. Namun dalam dua decade berikutnya, ternyata dapson menjadi kurang efektif karena bakteri penyebab kusta yaitu Mycobacterium leprae menjadi resisten, sehingga pengobatan gagal dan penyakit akan kambuh lagi. Di samping itu pengobatan yang berlangsung lama sering mengakibatkan penderita menjadi putus asa dan malas berobat.

Pada tahun 1981 WHO merekomendasikan penggunaan Multi Drug Therapy (MDI), yaitu pengobatan
baku terhadap
pasien dengan kusta multibasil dan pasien dengan kusta paucibasil.

Regimen ini diharapkan efektif, dapat digunakan secara luas dan diterima oleh semua pasien; sampai saat ini telah diterima sebagai pengobatan standar untuk penyakit kusta. Untuk orang dewasa WHO merekomendasikan MDT sebagai berikut:

*Kusta dengan multibasil

­ 600mg rifampisin dan 3000mg clofazimin setiap 4 minggu. ­ 5 mg clofazimin dan 100 kg dapsone setiap hari selama 24bulan. *Kusta dengan paucibasil­ 600 mg rifampisin setiap 4 minggu 100 mg dapsone setiap hari selama 6 bulan.

Ternyata penggunaan MDT selama 10­15 tahun telah menunjukkan efektivitas penyembuhan yang tinggi, dapat diterima pasien secara luas dengan sedikit efek samping. Dan pengamatan selama lebih dari 9 tahun, diketahui bahwa angka kekambuhan pengobatan dengan MDT hanya 0.1% per tahun. Perubahan pengobatan dari dapson menjadi MDT telah mencegah kurang lebih 1/2 juta pasien dan kekambuhan selama 10­15 tahun.

Jumlah kasus yang disembuhkan dengan MDT sejak tahun 1985 mendekati 6.7 juta. Dan selama ini belum ada laporan adanya resistensi terhadap multi obat tersebut

OFLOXACIN DAN RIFAMPICIN

Pada tahun 1992 telah dilakukan percobaan obat dalam skala besar yang dilaksanakan di tujuh negara yaitu: Brazil, Kenya, Mali, Myanmar, Pakistan, Filipina dan
Vietnam. Pengobatan ini
diberikan secara oral, yang merupakan gabungan antibiotik baru yaitu ofloxacin dengan rifampisin. Dalam percobaan yang melibatkan 4000 pasien tersebut, dibandingkan penggunaan regimen baru dengan regimen MDT standar, hasilnya dapat dilihat

setelah 4 sampai 5 tahun kemudian. Kombinasi dengan obat ini ternyata dapat memperpendek waktu penyembuhan menjadi 1 bulan dibandingkan dengan standar pengobatan yang sudah ada yaitu 6 bulan sampai 4 tahun

Cara kerja antibiotik ofloxacin ini adalah membunuh baksil lepra dengan menghambat enzim yang mengontrol jalannya DNA coils yang masuk ke dalam baksil. Ofloxacin menjadi alternatif kedua setelah rifampisin karena kecepatan dan efikasinya dalam membunuh baksil lepra yang telah dilakukan pada percobaan dengan teknik foot pad pada mencit

Konsentrasi minimum ofloxacin yang dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan Myco bacterium leprae adalah 50 mg/kg berat badan, sedangkan untuk rifampisin dan rifabutin adalah 0.003% dan 0.00l%

Penelitian saat ini ditekankan pada anggapan bahwa ofloxacin dapat lebih cepat membunuh baksil mutan yang resistan terhadap rifampisin. Akan tetapi karena kombinasi rifampisin dan ofloxacin lebih mahal daripada dapson dan clofazimine, pengobatan baru yang lamanya 4 minggu menjadi sama besar biayanya dengan standar pengobatan yang 6 bulan atau 2 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: