SARS,,,tahukah Anda????(068114010, 068114015, 068114043)

Mei 18, 2007

SARS, APAKAH ITU ????
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Corona Virus Pneumonia (CVP), yaitu kasus suspek (suspect case) yaitu seseorang menderita sakit gangguan pernapasan, yaitu batuk, napas pendek, dan kesulitan bernafas.
Penyebab SARS  adalah strain virus baru Coronavirus, keluarga virus yang bersifat menular yang biasanya menyerang saluran pernafasan atas dan menyebabkan common cold.
Peneliti di Hongkong mengusulkan nama baru untuk penyakit yang mematikan itu Coronavirus pneumonia atau disingkat CVP. Hingga kini belum diketahui darimana virus tersebut berasal akan tetapi kemungkinan merupakan mutasi virus yang sebelumnya terdapat pada binatang. Pada beberapa kasus, peneliti menemukan paramyxorvirus akan tetapi kemudian peneliti berkesimpulan bahwa paramyxovirus hanya berperan sekunder dan mungkin merupakan infeksi oportunistik.
Sudah ada test yang dapat digunakan yaitu test DNA sequencing bagi Coronavirus yang dapat diperoleh hasilnya dalam 8 jam dan sangat akurat. Test yang lama hanya mampu mendeteksi antibodi.

Cara penularan :WHO menyatakan bahwa kontak erat dengan penderita SARS/CVP diperlukan agar virus dapat menular ke orang lain. Kontak dengan percikan cairan tubuh pasien yang keluar pada waktu batuk dan bersin adalah penting.
Jumlah virus agar infeksi menyebabkan penularan penyakit belum dapat ditetapkan. Ilmuwan Universitas Hongkong menyatakan bahwa coronavirus hanya dapat hidup di luar tubuh dalam beberapa jam saja. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa penularan dapat saja terjadi melalui kontak sentuhan pada waktu menekan tombol lift atau memegang pegangan pintu atau handrails (pada tangga) yang telah tercemar virus.

Gejala :Biasanya dimulai dengan demam 100, 4 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celcius. Demam kadang-kadang disertai menggigil, sakit kepala dan perasaan lesu, serta nyeri tubuh. Pada awal penyakit mungkin terjadi gangguan pernafasan ringan. Setelah tiga sampai tujuh hari, penderita mungkin mengalami batuk kering tidak berdahak yang lama kelamaan menimbulkan kekurangan oksigen dalam darah. 10 – 20 % penderita memerlukan nafas bantuan mengunakan alat bantu nafas (ventilator).
Waktu  inkubasi berkisar 2-7 hari. Akan tetapi ada laporan yang menunjukkan waktu inkubasi 3-10 hari. Saat yang paling berbahaya untuk menularkan virus adalah saat awal terjadinya kesulitan pasien  dalam bernafas.
Menurut WHO lebih lambat dari pada campak, gondong dan influenza. Akan tetapi banyaknya penerbangan internasional sangat mempermudah peyebaran penyakit ini ke seluruh dunia.
Penyakit ini belum ada vaksin untuk pencegahannya, namun perlu Kewaspadaan yang harus diketahui dan dilakukan masyarakat
– Hindari tempat yang padat kerumunan orang, apabila tidak perlu, hindari kunjungan ke rumah sakit, dan hindari penderita dengan gejala pneumonia.
– Cuci tangan sesering mungkin, lebih baik dengan alkohol 70% yang biasa digunakan dokter/perawat untuk membersihkan kulit sebelum menyuntik.
– Hindari menyentuh mulut, mata, hidung dengan tangan yang kotor.
– Gunakan masker apabila menderita batuk/pilek agar tidak menular ke orang lain.
– Sebagian besar infeksi terjadi di rumah sakit, infeksi di jalan jauh lebih kecil.
– Untuk petugas kesehatan gunakan masker apabila merawat penderita pneumonia.
– Terapkan kewaspadaan universal di sarana kesehatan
Sejauh ini belum ada pengobatan yang manjur untuk SARS/CVP. Anti virus (Ribavirin) maupun steroid masih diragukan manfaatnya. Namun menurut pejabat kesehatan di Hongkong kombinasi Ribavirin dan steroid meringankan penyakit pada 80% penderita SAR/CVP.
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: