Donovanosis V.S Organ Reproduksi

April 13, 2008

MARIA LISA NOVA

07 8114 074 / B

DONOVANOSIS disebut juga Granuloma inguinale atau Granuloma venereum, merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Calymmatobacterium granulomatis. Donovanosis sering tidak terdeteksi pada saat melakukan tes kesehatan. Penyakit ini biasanya ditemui pada daerah yang tropis dan subtropis. Donovanosis memiliki karakteristik yaitu luka yang perih pada daerah genital.

Pria memiliki kemungkinan lebih besar terjangkit penyakit ini di bandingkan dengan wanita, di mana kebanyakan orang tersebut berumur sekitar 20 – 40 tahun. Penyakit Donovanosis jarang ditemukan pada anak-anak atau yang seumuran (sekitar 5-10tahun).

Penularan penyakit ini kebanyakan dikarenakan melakukan anal intercourse (berhubungan intim melalui anus). Sehingga 50% wanita atau pria yang terkena infeksi bakteri ini mengalami luka yang perih pada daerah anus.

Calymmatobacterium granulomatis merupakan bakteri berbentuk batang (kapsul). Memiliki panjang sekitar 1-1.5 mikrometer dan memiliki lebar sekitar 0.1 mikrometer. Calymmatobacterium granulomatis merupakan bakteri non-motil (diam) dan termasuk jenis bakteri gram negative, dimana dinding sel dan membrannya memiliki lapisan luar, berupa lipopolisakarida yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik).

Taksonomi dari Calymmatobacterium granulomatis

Kingdom = Bacteria
Phylum =
Proteobacteria
Class =
Gamma Proteobacteria
Order =
Enterobacteriales
Family =
Enterobacteriaceae
Genus =
Calymmatobacterium atau Klebsiella
Species =
Granulomatis

Gejala terkena penyakit ini akan muncul setelah 10 – 40 hari terinfeksi bakteri Calymmatobacterium granulomatis yang ditandai dengan munculnya nodul subkutan yang berdaging (benjolan-benjolan) yang akan membentuk luka di kulit pada bagian kemaluan yang akan menyebar. Infeksi bakteri akan berlanjut hingga merusak dan menghancurkan jaringan yang bisa menyebabkan kerusakan berat pada organ-organ kemaluan.

Pengobatan harus segera dilakuakan ketika pasien sudah menunjukan gejala penyakit Donovanosis. Pengobatan yang dapat dilakuakan diantaranya adalah :

**Antibiotik terapi

1. Trimethoprim/sulfamethoxazole (Bactrim IV, Bactrim SS, Bactrim DS, Septra)

2. Doxycycline (Adoxa, Doryx, Vibramycin, Periostat)

3. Ciprofloxacin (Cipro)

4. Erythromycin (E-Mycin, Ery-Tab, Eryc)

5. Azithromycin (Zithromax)

**Parenteral terapi

Parenteral terapi dilakukan ketika luka atau penyakit tidak menunjukan perubahan (tidak ada kemajuan). Parenteral terapi ini dilakukan dengan penambahan Aminoglycoside (Gentamicin, 1 mg/kg IV q8h)

Pencegahan

  1. Menjaga kesehatan dan kebersihat alat kelamin dan daerah sekitarnya
  2. Safe sex (sex yang aman)
  3. Hindari berganti-ganti pasangan dalam berhubungan intim
  4. Melakukan pemeriksaan rutin, untuk mengetahui tingkat kesehatan

——————————————————————————————-

*Untuk lebih jelas nya,….silahkan klik link di bawah ini,…^^

blogkuunicesemangat2

*untuk yg mau liat gambar penyakit donovanosis seperti apa,..silahkan klik link di bawah ini ,…(gambarnya agak serem loh,..-hehe)

Gambar!!–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: