Bordetella Pertussis??? Batuk Rejan???

Mei 12, 2008

Ratna Mustika C.

Farmasi/B/078114075

Universitas Sanata Dharma

IDENTIFIKASI dan MORFOLOGI

Apa sih Bordetella Pertussis itu???

Bordetella pertussis itu adalah bakteri penyebab penyakit menular akut yang menyerang pernafasan alias batuk rejan atau batuk seratus hari yang mengandung beberapa komponen yaitu Peitusis Toxin (PT), Filamentous Hemagglutinin (FHA), Aglutinogen, endotoksin, dan protein lainnya.

Ciri organisme ini : pendek, gram negative, dan dengan pewarnaan toluidin biru dapat terlihat granula bipolar metakromatik. Bakteri ini aerob murni dan membentuk asam tapi tidak membentuk gas dari glukosa dan laktosa. Untuk biakan isolasi primer B pertussis dapat digunakan Bordet Gengou (agar kentang-darah-gliserol) yang mengandung Penisilin 0,5 µg/mL.

Terdapat dua mekanisme bagi B pertussis untuk berganti menjadi bentuk yang non hemolitik, dan bentuk tidak virulen yang tidak menghasilkan toksin. Modulasi fenotipik yang reversible terjadi bila B pertussis tumbuh dalam kondisi lingkungan tertentu. (misalnya suhu 280 C melawan suhu 370 C, adanya MgSO4, dll.)

Klasifikasi

Kingdom = Eubacterium

Phylum = Coccobacillus

Class = Bacillus

Ordo = Coccobacillus

Genus = Bordetella

Species = Bordetella pertussis

Family = Alcaligenaceae

STRUKTUR ANTIGEN, PATOGENESIS, dan PATOLOGI

Sejumlah factor penyebab penyakit banyak dihasilkan oleh B pertussis. Dalam hal ini pili berperan dalam pelekatan bakteri pada sel bersilia di seluruh bagian atas manusia. Hemaglutin Filamentousa memudahkan pelekatan sel epitel bersilia. Toksin pertussis menimbulkan limfositosi memiliki kemampuan melekatkan bakteri pada epitel sel bersilia. Kedua zat ini banyak ditemukan di luar sel B pertussis. B pertussis hanya dapat hidup dalam waktu singkat di luar inang manusia dan tidak ada vector.

Organisme melekat dan berkembang biak dengan cepat di permukaan epitel trakea dan bronkus dan menghambat kerja silia. Bakteri menghasilkan toksin dan zat pengiritasi permukaan sel, serta menyebabkan limfositosis dan batuk.

GAMBARAN KLINIK

Infeksi berlangsung selama 6 minggu, dan berkembang melalui 3 tahapan:

1. Tahap kataral (terjadi bertahap dalam waktu 7-10 hari setelah infeksi)

Gejala mirip dengan flu ringan :

bersin terus menerus

mata mengeluarkan cairan

nafsu makan turun dan lemas

batuk awalnya timbul di malam hari lalu terjadi sepanjang hari

2. Tahap paroksismal (timbul dalam waktu 10-14 hari setelah gejala awal)

5-15 kali batuk disertai hirupan nafas dalam dan nada tinggi. Batuk dapat disertai pengeluaran sejumlah lendir yang biasanya ditelan oleh bayi/ anak-anak. Batuk atau lendir yang kental sering merangsang terjadinya muntah. Serangan batuk dapat pula diakhiri oleh penurunan kesadaran yang bersifat sementara.

3. Tahap Konvalesen (terjadi dalam waktu 4-6 minggu sesudah gejala awal)

Frekuensi batuk dan muntah berkurang, dan kondisi anak akan  lebih baik. Batuk kadang terjadi selama berbulan-bulan, akibat iritasi saluran pernafasan.

gambar Bordetella Pertussis

DAFTAR PUSTAKA

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/15ResponterhadapAntigenProtektifVaksinPertusis126.pdf/15ResponterhadapAntigenProtektifVaksinPertusis126.html

http://fkuii.org/tiki index.php?page=Pertussis7

Adelberg, Jawetz, Melnick, 1996, Mikrobiologi Kedokteran edisi 20, 268-270, EGC, Jakarta

UNTUK KELANJUTANNYA bordetella-pertussis1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: