Sporothrix schenckii

Mei 15, 2008

“when drinking wine amongst the roses
Or guzzling beer while throwing bricks
Or playing games in bales of hay
Where lurks the tricky sporothrix,
Beware, the price you pay for play
When you get the struck by dread mycoses
—author unknown

Klasifikasi
Kingdom : Fungi
Division : Ascomycota
Class : Euascomycetes
Order : Ophiostomatales
Family : Ophiostomataceae
Genus : Sporothrix
Species : S. schenckii
Binomial name :Sporothrix schenckii
venny-handayani-078114004
Sporothrix schenckii adalah jamur yang sering ditemukan di semak-semak bunga mawar, barberi, lumut sfagnum dan jerami. Ia tampak sebagai sel-sel bertunas yang gram-positif, berbentuk bulat kecil sampai berbentuk cerutu
dan merupakan jamur dimorfik. Pada biakan dalam suhu kamar dengan agar Sabouraud, dalam 3-5 hari terbentuk koloni-koloni berwarna cokelat sampai hitam, melipat, menyerupai kulit (pembentukan pigmen dari berbagai strain S schenckii bervariasi). Konidia sederhana berbentuk ovoid terdapat berkelompok pada ujung konidiofor yang ramping dan panjang (menyerupai bunga aster). Biakan pada suhu 37◦C akan menghasilkan sel-sel bertunas berbentuk sferis sampai ovoid. Koloni-koloni mudanya kadang berwarna putih pada suhu 25◦C atau ketika diinkubasi pada suhu 37°C untuk menghasilkan fase ragi sebagai salah satu bentuk dimorfiknya. Sedangkan koloni-koloni yang lebih tua akan menjadi berwarna hitam untuk memproduksi konidia hitam yang nantinya akan muncul langsung dari hifa sebagai fase keduanya. Demikanlah proses tersebut terus berjalan hingga terbentuk lagi generasi berikutnya. Penyakit yang ditimbulkan adalah Sporotrikosis. Biasanya menyerang kulit dan pembuluh getah bening di sekitarnya, kadang-kadang mengenai paru-paru dan jaringan lainnya. Jamur ini dapat masuk ke dalam kulit melalui tusukan duri dari tanaman atau tusukan barang tajam lainnya. Bisa juga pada waktu menangani tanaman sejenis lumut atau pada waktu menangani potongan kayu atau pohon. Gejalanya dimulai pada jari-jari tangan dengan nodul (benjolan) kecil-kasar yang secara perlahan membesar dan membentuk sebuah luka. Jamur ini tidak ditularkan dari orang ke orang. Pengobatannya bisa dengan itrakonazol per-oral (melalui mulut). Bisa juga diberikan kalium-yodida per-oral, Untuk infeksi yang meluas, diberikan amfoterisin B intravena (melalui pembuluh darah).
venny-handayani-078114004

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: