Human adenovirus D tipe 36

Mei 16, 2008

Nama: Fandri Astika M
NIM: 078114139
Kelas: C
Human Adenovirus D tipe 36
Ӂ Klasifikasi :
Group : I (dsDNA)
Family : Adenoviridae
Genus : Mastadenovirus
Species : Human Adenovirus D tipe 36 (HadV-D tipe 36)
Ӂ Sejarah :
♣ Sejarah Adenovirus
Adenovirus ditemukan secara kebetulan oleh Rowe dan kawan-kawan pada tahun 1953 dalam usahanya mencari dan mengasingkan virus penyebab selesma (commond cold).virus tumbuh baik pada biakan jaringan adenoid dengan membentuk efek sitopatik (ESP) oleh sebab itu dinamakan adenovirus.
♣ Sejarah Human Adenovirus D tipe 36
Virus ini pertama kali ditemukan pada ayam yang mengalami kegemukan oleh Dr.Nikhil Dhurandhar dari University of Wisconsin, Madison.Ternyata setelah diteliti ada hubungan antara lemak tubuh dan adanya antibodi adenovirus 36.Pada riset terdahulu menunjukkan bahwa ayam atau tikus yang diberi suntikan virus ini menunjukkan penambahan berat yang cukup besar (lemaknya meningkat dengan kisaran 50-100%), tetapi yang mengherankan justru kadar kolesterol serta trigliserida dalam darahnya lebih rendah.Sekarang akan dibahas adenovirus 36 yang menyerang manusia, yang mana berhubungan dengan kegemukan pada manusia.Yang mana terdapat pada sekitar 30% manusia gemuk dan 11% manusia yang tidak mengalami kegemukan, yang disebabkan karena adanya adenovirus 36. Virus ini juga menyebabkan kegemukan pada ayam, tikus, dan kera.
Ӂ Morfologi :
Struktur
•Virion:
Virion infektif, berbentuk ikosahedral kecil dengan karakteristik terdapatnya serabut (berfungsi sebagai alat yang dapat menyebabkan penyakit pada sel inang).Serabut ini keluar dari puncak ikosahedral tersebut, kapsid yang tersusun dari 252 kapsomer, berdiameter 70-90 nm, serabut mencuat dari tiap puncak segitiga
•Komposisi:
13% DNA, 87% protein
•Genom:
DNA beruntai ganda, BM 20-30 juta, protein terikat pada ujung, infeksius
•Protein :
Antigen penting ( heksona, dasar pentona, serabut), berhubungan dengan protein-protein kapsid terluar
•Selubung:
Tidak ada
•Replikasi:
di dalam nukleus sel inang
Ӂ Siklus Hidup:
Familia Adenovirus
Replikasi adenovirus dimulai dengan cara virus melekat pada sel, penetrasi (partikel virus masuk ke dalam sel), dan pelepasan selubung (terjadi degradasi proteolitik dan pemisahan selektif pada saat pembongkaran). Kemudian virus menghentikan sintesis makro molekul sel inang yang dapat menyebabkan kematian sel tersebut.Setelah itu virus segera membentuk gen E1A dan E1B untuk mencegah kematian sel prematur yang akan menghasilkan virus dengan pengaruh tambahan. Proses dilanjutkan dengan replikasi DNA virus di dalam inti dengan cara mensintesis protein virus di dalam sitoplasma. Kemudian polipeptida hasil sintesis dirakit menjadi kapsomer di dalam sitoplasma.Di dalam nukleus kapsomer dirakit menjadi kapsid dan kemudian DNA virus masuk ke dalam kapsid.
Adenovirus 36
Proses replikasi adenovirus 36 sampai sekarang belum diketahui.Hal ini sedang dikaji dan diteliti lebih lanjut.
Ӂ Penyakit Yang Ditimbulkan:
Obesitas (kegemukan)
Salah satu hal yang menarik tentang adenovirus 36 adalah virus ini berkaitan dengan obesitas/kegemukan pada manusia. Meningkatnya adipose nampaknya berhubungan dengan pengurangan kandungan trigliserida dan kolesterol dalam darah.Virus ini mengubah stem sel manusia menjadi sel gemuk. Stem sel adalah jenis sel induk yang terjadi dalam bentuk yang tidak jelas dan meningkatkan eksistensi sel-sel khusus dalam tubuh. Lebih dari separuh stem sel pada jaringan diubah menjadi sel-sel lemak sehingga jumlah sel lemak meningkat dan mengakibatkan terjadinya timbunan lemak. Timbunan lemak yang terbentuk tidak akan hilang, tetapi dapat menyusut dan akan tetap ada. Saat infeksi terjadi, virus lemak (adeno virus 36) menyebar ke dalam darah dan sel-sel lemak, berikutnya virus memacu sel-sel lemak untuk mengambil kolesterol dalam dan trigliserida dari dalam darah sehingga terjadi penumpukan pada sel-sel lemak. Hal ini diakibatkan oleh gen adenovirus 36 yang disebut E4Orfl yang mana merupakan kunci dari terjadinya penimbunan lemak. Karena gen inilah yang mengubah stem sel menjadi sel-sel lemak. Itulah sebabnya pada orang yang terinfeksi, kadar kolesterol dalam darahnya menjadi labih rendah dari orang normal.
Ӂ Gejala
Menurut hasil penelitian, orang yang gemuk di sekitar dada dan perutnya memiliki kemungkinan lebih besar untuk terinfeksi adenovirus 36.
Ӂ Penyebaran
Familia Adenovirus
Penyebaran adenovirus terutama melalui jalur oral-tinja, tetapi dapat juga ditularkan melalui droplet pernafasan atau lewat benda-benda yang terkontaminasi.
Adenovirus 36
Penyebaran adenovirus 36 ini diperkirakan melalui droplet pernafasan, tetapi hal ini belum jelas sehingga sedang dikaji lebih lanjut.
Ӂ Pengendalian:
Familia Adenovirus
Dalam usaha pengandalian adenovirus pernah dibuat vaksin dan diberikan hanya pada satuan militer saja.hal ini dilakukan dengan melemahkan virus hidup kemudian dibiakkan pada sel diploid manusia dan dimasukkan ke dalam kapsul gelatin, kemudian diberikan secara oral. Virus kemudian dilepaskan di dalam usus sehingga dapat meningkatkan imunitas sel inang. Sekarang vaksin telah ditarik dari peredaran karena diketahui bahwa pada ujicoba dengan menggunakan kera, kera tersebut memiliki virus tumor (SV40).Sebagian besar strain adenovirus tidak dapat bereplikasi pada sel kera kecuali bila terdapat SV40.
Adenovirus 36
Vaksin untuk adenovirus 36 belum ditemukan, hal ini sedang dicari dan dipelajari lagi karena masih banyak pertanyaan yang muncul tentang adenovirus 36 ini, seperti lama virus ini tinggal dalam tubuh,atau lama waktu yang diperlukan untuk menimbulkan efek, dan mekanisme persisnya virus ini menginfeksi sehingga dapat menyebabkan obesitas.
Ӂ Manfaat :
Gen adenovirus 36 yaitu E4Orfl ternyata dapat meningkatkan sensitifitas insulin.sehingga dengan adanya perkembangan teknologi yang ada, hal ini akan sangat membantu dalam pengobatan pada penderita diabetes.
Ӂ Daftar Pustaka :
1. Anonim, 2007, Virus Penyebab Kegemukan, diakses taggal 27 april 2008, http://www.andriewongso.com/awartikel-449-AW_Corner-Virus_Penyebab_Kegemukan
2. Anonim, 1994, Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, 300-302, Binarupa Aksara, Jakarta
3. Connor,S., 2007, virus throw its weigh about, diakses taggal 27 april 2008, http://www.nzherald.co.nz/section/1/story.cfm?c_id=1&objectid=10459078
4. Dhurandhar,N.,2007, Adipogenic Human Adenovirus-36 reduces leptin expression and secretion and increased glucose by uptake by fat cells, 87-96, International Journal of Obesity vol 31, USA
5. Dhurandhar,N.,2007, Human Adenovirus-36 is accociated with increased body weight and paradoxical reduction of serum lipid, 281-286, International Journal of Obesity vol 29, USA
6. Jawetz,E., 1996, Mikrobiologi Kedokteran, 401-411, EGC, Jakarta
Fandri Astika M ( 078114139 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: