POLIO…oh…POLIO…
Penyakit polio merupakan penyakit virus paling tua umurnya. Penderita penyakit ini sudah terekam pada relief peninggalan zaman Mesir Kuno yang dipahat ribuan tahun sebelum Masehi. Pada relief itu, tertulis bahwa seorang raja yang kakinya kecil sebelah, sehingga para arkeolog dan kalangan medis menduga sang raja terkena polio.
Sebelum penemuan vaksin Polio, wabah Polio terjadi disemua bagian negara Amerika. Namun, dengan ditemukannya vaksin Polio dan dilakukan imunisasi yang sering, tidak pernah ada lagi kasus Polio sejak tahun 1983. Tapi, masalah virus polio itu kembali terjadi, karena virusnya memang tidak punah.
Apa itu polio????
Polio atau disebut poliomyelitis adalah virus yang menyerang anak-anak dan dewasa melalui mulut yang dapat membuat pincang hingga meninggal. Penyebarannya dari kontak dengan tinja dari penderita. Polio disebabkan virus polio yang tergolong dalam Picornavirus. Suatu mikroorganisme berukuran kecil, namun dapat melumpuhkan tubuh.
Poliomyelitis termasuk penyakit infeksi akut yang dalam bentuk beratnya menyerang susunan saraf pusat. Perusakan neuron motor dalam sumsum tulang belakang menimbulkan kelumpuhan lemas. Namun, sebagian besar infeksi poliovirus bersifat subklinik.
Virus polio adalah virus yang paling kecil dibandingkan virus lainnya. Kekecilan virus ini tidak hanya dari ukuran partikelnya saja, tetapi juga dari ukuran panjang genomnya. Virus ini memiliki diameter sekitar 30 nm dan memiliki RNA benang positif (positive strand RNA) sebagai genomnya dengan panjang sekitar 7.5 kilobasa. Setelah terinfeksi ke dalam sel, RNA keluar dari sarangnya dan di dalam sel RNA ini memiliki dua fungsi. Yang pertama adalah sebagai mRNA yang ditranslasikan menjadi protein-protein yang berfungsi untuk pembentukan tubuh dan enzim-enzim yang berfungsi untuk perkembang-biakan (replikasi) virus itu sendiri.
Fungsi yang kedua dari RNA ini adalah sebagai bahan dasar (template) untuk pembentukan RNA benang negatif (negative strand RNA). RNA benang negatif ini kemudian digunakan lagi sebagai template untuk membentuk RNA benang positif. Begitu seterusnya sehingga benang positif RNA yang menjadi genom virus ini terus bertambah banyak. RNA yang terbentuk kemudian dibungkus oleh protein-protein pembentuk tubuh dan keluar dari sel sebagai virus baru.
Klasifikasi Virus
Familia : Picornaviridae
Genus : Enterovirus
Spesies : Poliovirus
Gambar poliovirus 1
gambar poliovirus 2
Penyebaran dan Penularan Poliovirus????
Virus ini disebarkan melalui rute orofecal (melalui makanan dan minuman) yang sudah terkontaminasi virus yang berasal dari feses penderita polio atau melalui percikan ludah. Penyebaran utamanya melalui kontak dengan manusia. Mulut adalah tempat masuknya virus, dan perkembangbiakan pertama terjadi di orofaring atau usus.
Virus selalu ada pada tenggorokan dan dalam tinja sebelum timbulnya penyakit. Di luar tubuh manusia, virus ini hanya mampu bertahan hidup sebentar.
Seminggu setelah serangan, virus di tenggorokan tinggal sedikit, tetapi virus tetap dikeluarkan dalam tinja selama beberapa minggu, meskipun terdapat kadar antibody yang tinggi dalam darah.
Virus Polio memasuki aliran darah melalui sistem limfatik. Virus yang berasal dari aliran darah dapat menyerang susunan syaraf pusat jika tubuh tidak memiliki cukup antibodi. Melalui sistem saraf pusat tersebut, virus menyebar di sepanjang serabut saraf dimana pada proses perkembangan virus secara intraselular virus akan merusak motor neuron yang mengakibakan kelumpuhan flaksid. Sensory neuron tidak mengalami kerusakan.
Virus Polio biasanya terjadi pada musim tertentu dari musim hujan ke musim panas dan sebaliknya. Umumnya penyakit ini menimpa anak umur di bawah 3 tahun, dan kalau terkenanya pada anak lebih dari 3 tahun keadaannya menjadi lebih berat.
Polio lebih sering mengenai anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan dan juga lebih berat pada laki-laki.
Gejala
Respon pertama terhadap infeksi virus polio biasanya bersifat infeksi asimptomatik, yakni tidak menunjukkan gejala sakit apa pun. Sekitar 4 – 8 % infeksi virus polio tidak menimbulkan gejala serius. Infeksi itu hanya menimbulkan penyakit minor (abortive poliomyelitis) berupa demam, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, otot menjadi lemah, sembelit dan sakit tenggorokan. Setelah itu, penderita dapat sembuh dalam beberapa hari.Namun, bila virus menginfeksi sel yang menjadi sasaran utamanya, yaitu susunan sel syaraf pusat di otak, terjadilah poliomyelitis nonparalitik 1 – 2% dan poliomyelitis paralitik(kelumpuhan) 0,1 – 1%. Pada kasus poliomyelitis nonparalitik, yang berarti virus polio telah mencapai selaput otak (meningitis aseptik), penderita mengalami kejang otot, sakit punggung dan leher; selain dari gejala penyakit minor yang telah disebutkan di atas. Sedangkan kasus poliomyelitis paralitik, biasanya terjadi sebagai perkembangan lebih lanjut dimulai dengan fase preparalitik selama 1-2 hari. Gejalanya pada saat itu adalah badan panas, febris, nyeri kepala, kemungkinan ada muntah atau mencret, nyeri pada otot-otot, tak lama kemudian terjadi kelumpuhan pada anggota gerak, lengan atau tungkai yang sifatnya lemas atau kelumpuhan flaksid dan umumnya kelumpuhan tidak simetris. Meskipun dapat pula terjadi tanpa melalui fase pertama tersebut. Pada tahap ini, akan terjadi kerusakan tulang punggung atau bulbar dan lumpuh lemas (flacid paralisis) atau hilangnya refleks atau penurunan refleks pada lengan dan tungkai, yang terjadi akibat kerusakan neuron motor bawah. Inilah puncak serangan yang sangat ditakuti manusia. Kelumpuhan terbanyak pada daerah spinal tetapi dapat juga terjadi kelumpuhan daerah bulber dan kombinasi atau bulbospinal. Keadaan berbahaya kalau menyerang pada daerah bulber karena akan mengenai pusat pernafasan dan bisa meninggal kalau tidak ditanggulangi dengan segera.
Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan meliputi pengurangan nyeri dan spasme otot serta mempertahankan pernafasan dan cairan. Bila demam mereda, dimulai mobilisasi dini dan latihan aktif. Pada saat ini, satu-satunya cara untuk mencegah Polio dengan melakukan imunisasi. Virus Polio lebih sering menyerang bayi dan anak balita, daripada orang dewasa, karena kekebalannya masih lemah. Oleh karena itu, imunisasi dilakukan pada bayi yang
berumur 2 bulan dan sudah aman sebelum masuk sekolah, dengan cara diteteskan pada mulut bayi atau anak. Namun, bagi orang dewasa perlu satu atau lebih dosis jika melakukan perjalanan di negara yang terinfeksi Polio.
Tersedia vaksin virus hidup dan mati. Baik vaksin hidup maupun yang mati merangsang timbulnya antibody dan melindungi susunan saraf pusat terhadap serangan-serangan selanjutnya oleh virus liar. Kadar antibody yang rendah akibat vaksin virus mati memiliki sedikit efek terhadap virus dalam usus. Usus mengembangkan tingkat resistensi yang jauh lebih besar setelah vaksinasi dengan vaksin virus hidup, yang rupanya lebih bergantung pada luasnya perkembangbiakan virus vaksin awal dalam usus daripada kadar antibody serum.
Dulu pencegahan penyakit dengan vaksin Salk inaktif poliovaksin virus dan sekarang oral polio vaksin virus. Prognosis pada fase akut paralitik perbaikan biasanya terjadi dalam 3 sampai 6 bulan pertama. Perbaikan sedikit demi sedikit dapat terjadi sampai dua tahun. Gejala sisa yang mengakibatkan ketidak-mampuan hanya pada 25% kasus. Yang sisanya masih dapat melakukan aktivitas, walaupun berkurang.
Daftar Pustaka
Adelberg, Jawetz, Melnick,1995, Mikrobiologi Kedokteran edisi 20, EGC, Jakarta
Leny, 2007, Polio, http://infohidupsehat.com/?p=29
Anonim, 2005, http://wrm-indonesia.org/content/view/377/62/
Anonim, 2006, http://www.pom-obat.go.id/v2.0/articles.php?id=9
Anonim, 2008, http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=34
Prima Mustikaningtyas / 078114124

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: