Penyakit infeksi masih tetap merupakan problem utama kesehatan di Indonesia. Penyakit infeksi jamur selama ini masih merupakan penyakit yang relatif jarang dibicarakan. Akan tetapi akhir-akhir ini perhatian terhadap penyakit ini semakin meningkat dan kejadian infeksi jamur paru semakin sering dilaporkan. Cryptococcus neoformans merupakan salah satu jamur yang dapat menginfeksi manusia. Cryptococcus neoformans adalah jamur tak berkapsul yang bersifat patogen. Didapatkan secara meluas di alam dan sebagian besar pada tinja burung merpati yang kering. Penyakit yang ditimbulkan biasanya terkait dengan fungsi imun yang tertekan. Infeksi berupa infeksi subklinik. Cryptococcus neoformans mampu tumbuh dengan optimal pada suhu 370C berbeda dangan spesies cryptococcus yang non patogen. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan terapi kombinasi amfoterisin B dengan fluositosin.

monika-mayan078114102..selengkapnya….

Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif, tidak bergerak ditemukan satu-satu, berpasangan, berantai pendek atau bergerombol, tidak membentuk spora, tidak berkapsul, dan dinding selnya mengandung dua komponen utama yaitu peptidoglikan dan asam teikhoat. Metabolisme dapat dilakukan secara aerob dan anaerob.

Infeksi yang disebabkan di golongkan sebagai penyakit menular/lokal (biasanya) atau menyebar (jarang).

Staphylococcus adalah sel yang berbentuk bola dengan garis tengah sekitar 1µm dan tersusun dalam kelompok tak beraturan.

S.aureus menghasilkan koagulase,suatu protein mirip enzim yang dapat menggumpalkan plasma yang telah diberi oksalat atau sitrat dengan bantuan suatu faktor yang terdapat dalam banyak serum. Bakteri yang membentuk koagulase dianggap mempunyai potensi menjadi patogen invasif.

S. ureus dapat ditemukan di kulit dan di hidung manusia,(Hidung biasanya dianggap tempat utama berkembangnya kolonisasinya) dan ada kalanya dapat menyebabkan infeksi dan sakit parah.

selengkapnya……lihat di-staphylococcus aureus

Makanan termasuk kebutuhan dasar terpenting dan sangat esensial dalam kehidupan manusia. Salah satu ciri makanan yang baik adalah aman untuk dikonsumsi. Makanan yang menarik, nikmat, dan tinggi gizinya, akan menjadi tidak berarti sama sekali jika tak aman untuk dikonsumsi. Makanan yang aman adalah yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme atau bakteri dan bahan kimia berbahaya, telah diolah dengan tata cara yang benar sehingga sifat dan zat gizinya tidak rusak, serta tidak bertentangan dengan kesehatan manusia. Karena itu, kualitas makanan, baik secara bakteniologi, kimia, dan fisik, harus selalu diperhatikan. Kualitas dari produk pangan untuk konsumsi manusia pada dasarnya dipengaruhi oleh mikroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme dalam makanan memegang peran penting dalam pembentukan senyawa yang memproduksi bau tidak enak dan menyebabkan makanan menjadi tak layak makan. Beberapa mikroorganisme yang mengontaminasi makanan dapat menimbulkan bahaya bagi yang mengonsumsinya. Kondisi tersebut dinamakan keracunan makanan. Lebih dari 90 persen terjadinya foodborne diseases pada manusia disebabkan kontaminasi mikrobiologi, yaitu meliputi penyakit tifus, disentri bakteri atau amuba, botulism dan intoksikasi bakteri lainnya, serta hepatitis A dan trichinellosis. WHO mendefinisikan foodborne diseases sebagai penyakit yang umumnya bersifat infeksi atau racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dicerna. Salah satu mikroba bakteri yang mengkontaminasi makanan (kerang, udang dan hasil kaut lainnya), menyebabkan keracunan makanan dan gastroenteritis (diare akut) adalah bakteri Vibrio parahaemolyticus. Karena bumi ini ini merupakan planet biru dimana sebagian besar wilayahnya merupakan lautan dan rata-rata penduduk dunia menyukai produk makanan laut, maka penting bagi kita untuk mengetahui mikroba yang mengkontaminasi produk makan dari laut sehingga kita dapat mencegah, menanggulangi dan mengobati penyakit akibat bakteri ini.

Maria Fransiska Silaonang 078114134  Selengkapnya.. .. .. ..

Si Plak Dimana-mana

Mei 17, 2008

Ari Widya Nugraha (078114061)

Gigi berlubang merupakan satu dari penyakit manusia yang paling umum terjadi. Penyakit ini merupakan akibat penurunan jaringan keras pada gigi. Sepanjang tahun pelajaran 1986-1987, anak-anak di Amerika Serikat telah mengalami rata-rata gigi berlubang pada dua giginya. Di Indonesia, penderita gigi berlubang tidaklah sedikit. Hasil Survei Kesehatan Nasional 2002 menunjukkan, prevalensi gigi berlubang di Indonesia berkisar 60 %, yang berarti dari setiap 10 orang Indonesia, enam dari orang tersebut di antaranya menderita gigi berlubang.

Gigi berlubang pada saat ini terjadi lebih sering pada orang-orang yang tinggal di negara-negara industrialisasi dibandingkan dengan orang-orang yang tinggal di negara-negara berkembang. Gigi berlubang terjadi pada berbagai kelompok orang yang tinggal di negara berkembang yang secara drastis meningkat ketika makanan dan pengaruh dari orang-orang yang berasal dari masyarakat indutrialisasi.

Streptococcus mutans menjadi yang paling banyak menyebabkan gigi berlubang) di seluruh dunia dari semua streptococcus oral yang lain. Streptococcus mutans, bertahan hidup dari suatu kelompok karbohidrat yang berbeda. Saat gula yang dimetabolisme dan sumber energi lainnya, mikroba menghasilkan asam yang menyebabkan rongga di pada gigi.

More information >>>

Sifilis atau penyakit Raja Singa adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang kompleks, disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Perjalanan penyakit ini cenderung kronis dan bersifat sistemik. Hampir semua alat tubuh dapat diserang, termasuk sistem kardiovaskuler dan saraf. Selain itu wanita hamil yang menderita sifilis dapat menularkan penyakitnya ke janin sehingga menyebabkan sifilis kongenital yang dapat menyababkan kelainan bawaan atau bahkan kematian. Jika cepat terdeteksi dan diobati, sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotika. Tetapi jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang ke fase selanjutnya dan meluas ke bagian tubuh lain di luar alat kelamin.

rossana-olivia-hartono-078114109- Treponema pallidum selengkapnya…..

Penyakit Meningokokus adalah satu penyakit berjangkit. Neisseria menigitidis
(meningokokus) merupakan bakteri kokus gram negatif yang secara alami hidup di dalam
tubuh manusia. Meningokokus bisa menyebabkan infeksi pada selaput yang menyelimuti
otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), infeksi darah dan infeksi berat lainnya pada
dewasa dan anak-anak. Neisseria gonorhoeae, juga merupakan kokus gram negatif alami
pada manusia, yang menyebabkan gonore, suatu penyakit menular seksual yang bisa
mengenai uretra, vagina dan anus dan bisa menjalar ke sendi. Banyak spesies Neisseria yang
secara normal hidup di tenggorokan dan mulut, vagina dan usus, tetapi mereka jarang
menyebabkan infeksi.Neisseria menigitidis (meningokokus) merupakan bakteri kokus gram
negatif yang secara alami hidup di dalam tubuh manusis. Meningokokus bisa menyebabkan
infeksi pada selaput pembungkus otak dan medulla spinalis (meningitis), infeksi darah dan
infeksi berat lainnya pada dewasa dan anak-anak.
Neisseria gonorhoeae, juga merupakan kokus gram negatif alami pada manusia, yang
menyebabkan gonore, suatu penyakit menular seksual yang bisa mengenai uretra, vagina dan
anus dan bisa menjalar ke sendi.
Banyak spesies Neisseria yang secara normal hidup di tenggorokan dan mulut, vagina dan
usus, tetapi mereka jarang menyebabkan infeksi.
mahendra-agil-kusuma-o781141334- NEISSERIA MENINGITIDIS selengkapnya…….

Salmonella thyposa

Mei 16, 2008

SALMONELLA THYPOSA
Salmonella adalah suatu genus bacteria enterobakteria gram negatif berbentuk tongkat yang mengakibatkan penyakit paratifus, tifus, dan penyakit foodborne. Species-species salmonella bisa bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfide. Salmonella ini diberi nama oleh Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika Serikat, meskipun sebenarnya rekannya Theobald Smith yang pertama kali menemukan bakteri ini pada tahun 1885 pada tubuh babi.
Salmonella merupakan kuman gram negatif, tidak berspora dan panjangnya bervariasi. Kebanyakan species bergerak dengan flagel peritrih. Salmonella tumbuh cepat pada pembenihan biasa tetapi tidak meragikan sukrosa dan laktosa. Kuman ini merupakan asam dan beberapa gas dari glukosa dan manosa. Kuman ini bisa hidup dalam air yang dibekukan dengan masa yang lama. Salmonella resisten terhadap zat-zat kimia tertentu misalnya hijau brilian, natrium tetrationat, dan natrium dioksikholat. Senyawa ini menghambat kuman koliform dan karena itu bermanfaat untuk isolasi salmonella dari tinja.
Klasifikasi Salmonella thyposa
Kingdom : Bakteria
Phylum : Proteobakteria
Classis : Gamma proteobakteria
Ordo : Enterobakteriales
Familia : Enterobakteriakceae
Genus : Salmonella
Species : Salmonella thyposa
Salmonella digolongkan ke dalam bakteri gram negatif sebab salmonella adalah jenis bakteri yang tidak dapat mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan gram. Bakteri gram positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara gram negatif tidak. Pada uji pewarnaan gram, suatu pewarna penimbal ditambahkan setelah metal ungu, yang membuat semua gram negative
1
menjadi berwarna merah/merah muda. Pengujian ini berfungsi mengelompokkan kedua jenis bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka. Banyak species bakteri gram negative bersifat patogen ( penyebab penyakit) yang berarti mereka berbahaya bagi organisme inang. Sifat patogen ini berkaitan dengan komponen tertentu pada dinding sel gram negative terutama lapisan lipopolisakarida atau dikenal sebagai endotoksin.
􀂾 Dasar-dasar Virulensi
1. Memiliki endotoksin yang menyebabkan berbagai gejala toksis termasuk demam, leucopenia, pendarahan, hipotensi, dan koagulasi intravaskuler yang tersebar.
2. Beberapa mengeluarkan eksotoksin.
3. Dibantu oleh daya antifagositosis.
4. Kemampuan untuk tetap hidup di dalam makrofag tanpa diketahui mekanismenya.
􀂾 Gejala Klinik
1. Keracunan lewat makanan
2. Menelan kuman yang ada di dalam makanan yang tercemar.
3. Penetrasi ke dalam sel-sel epitel selaput lender dan invasi ke sekitarnya menyebabkan terjadinya radang akut.
4. Kolonisasi kuman pada ileum dan cecum.
5. Pengeluaran prostaglandin oleh adanya enterotoksin, mengakibatkan terjadinya pengaktifan adenilsiklasa dan meningkatnya AMP siklis.
6. Peningkatan sekresi cairan pada usus kecil dan usus besar.
7. Tidak membutuhkan pengobatan yang khas kecuali untuk mengganti cairan yang hilang.
8. Pemberian antibiotika akan memperbanyak jumlah pembawa kuman.
􀂾 Septikemia ( penyakit Ekstraintesinal)
1. Penyakit akut biasanya merupakan infeksi nosokomial, yang timbul dengan tiba-tiba dan segera menyerang ke dalam aliran darah.
2. Kuman yang menyebar luas dapat mengakibatkan terjadinya abses local, osteomielitis, dan endokarditis.
3. Angka kematian tinggi ( 30 sampai 50%) tergantung dari derajat daya tahan penderita sebelum sakit.
2
4. Tidak ada pengobatan yang khas kecuali mempertahankan fungsi-fungsi vital dan pengobatan terhadap kuman penyebabnya.
􀂾 Patogenesis dan Patologi
Salmonella thyposa bersifat infektif terhadap manusia dan infeksi organisme ini berarti ditularkan dari sumber manusia. Tetapi, sebagian besar salmonella bersifat patogen bagi binatang yang merupakan sumber untuk infeksi bagi manusia. Binatang-binatang ini meliputi unggas, babi, binatang pengerat, sapi, kura-kura sampai burung kakaktua.
Di antara faktor-faktor yang menyebabkan resisten terhadap infeksi salmonella adalah keasaman lambung, jasad renik flora usus normal dan daya tahan usus.
Pada manusia, salmonella menimbulkan 3 macam penyakit utama, tetapi sering juga ditemukan bentuk campuran:
A. Demam Enterik
Salmonella yang termakan mencapai usus halus dan masuk ke kelenjar getah bening lalu dibawa aliran darah. Kemudian kuman dibawa oleh darah menuju berbagai organ termasuk usus di mana organisme berkembang biak dalam jaringan limfoid dan diekskresi dalam tinja. Setelah masa inkubasi 10-14 hari, timbul demam, lemah, sakit kepala, konstipasi. Demam sangat tinggi, limpa serta lever menjadi besar. Pada beberapa kasus terlihat bintik-bintik merah yang berlangsung sebentar. Jumlah sel darah putih normal atau rendah. Pengobatan dengan khloramfenikol atau ampisilin telah mengurangi angka kematian kurang dari 1%. Kadang-kadang Salmonella thyposa resisten terhadap obat-obat tersebut dan memberi reaksi terhadap trimetoprim-sulfametoksazol
B. Enterokolitis
Merupakan gejala yang paling sering dari infeksi Salmonella. Setelah makan Salmonella, 8 hingga 48 jam, timbul mual, sakit kepala, muntah dan diare yang hebat, dengan beberapa lekosit dalam tinja tetapi jarang terdapat darah. Biasa terdapat demam ringan tetapi biasanya kejadian ini sembuh dalam 2-3 hari. Gejala lain, biasanya diawali dengan demam lebih dari seminggu, pada awalnya seperti terkena flu(tanpa batuk dan pilek). Hanya saja, demam tifus muncul pada sore dan malam hari dan tidak juga turun meskipun sudah minum obat penurun demam/panas. Yang kedua, lidah yang terlihat berselaput putih susu di bagian tengah. Bila semakin parah, lever dan limpa bisa membengkak. Penyakit ini bisa berkomplikasi pada usus sehingga mengalami luka.
3
Sementara itu, yang sering menipu, suhu tubuh sering mendadak turun sehingga penderita menganggap sembuh.
􀂾 Pengobatan
Pada diare yang hebat, penting penggantian cairan dan elektrolit. Opiat mungkin diperlikan untuk mengurangi kejang. Hampir tiga puluh tahun lalu, khloramfenikol merupakan obat pilihat, lalu ampisilin. Resistensi terhadap banyak obat-obat, yang dipindahkan secara genetik oleh plasmid-plasmid di antara kuman enterik, memegang peranan dalam masalah pengobatan infeksi Salmonella. Pada sebagian besar pembawa kuman, organisme tetap dapat hidup/ada dalam kantong empedu(terutama bila terdapat batu) dan dalam saluran empedu. Beberapa pembawa kuman menahun telah diobati hanya dengan ampisilin saja, tetapi pada sebagian besar kasus dibutuhkan kholesistektomi yang harus bergabung dengan pemberian obat.
Gambar di atas merupakan produk dari PT. Exer Indonesia berupa madu murni dari hasil tes analisis mikrobiologi(tes lab Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Batan).
4
Madu ini bersifat anti bakteri Salmonella thyposa, anti bakteri Eschericia coli, anti bakteri Staphylococcus aureus.
􀂾 Pencegahan dan Pengawasan
Tindakan sanitasi harus dilakukan untuk mencegah kontaminasi makanan dan air oleh binatang pengerat atau binatang lain yang mengeluarkan salmonella. Unggas, daging, dan telur yang terinfeksi harus dimasak dengan sempurna. Kholesistektomi atau ampisilin dapat menghilangkan keadaan ”pembawa kuman”. Selanjutnya, perlu diperhatikan makanan yang dikonsumsi. Usahakan makanan yang dikonsumsi benar-benar bersih dan bebas dari lalat yang beterbangan.
Rumus struktur ampisillin
C
OC
H
NH2
HN
H
N
H
S
CH3
CH3
O
COOH
H
Ampisillin
DAFTAR PUSTAKA DAN INTERNET
1. Jawetz, Ernest.1995. Mikrobiologi untuk profesi kesehatan. Hal 299-303. Jakarta: EGC
2. Johnson, Arthur G et al. 1994. Mikrobiologi dan Imunologi. Hal 68-70. Jakarta: Binarupa Aksara
3. http://www.korantempo-online.com diakses tanggal 3 Februari 2008
4. www. detailproduct.com diakses tanggal 3 Februari 2008
5

Ardi Prasetyo 078114097