Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif, tidak bergerak ditemukan satu-satu, berpasangan, berantai pendek atau bergerombol, tidak membentuk spora, tidak berkapsul, dan dinding selnya mengandung dua komponen utama yaitu peptidoglikan dan asam teikhoat. Metabolisme dapat dilakukan secara aerob dan anaerob.

Infeksi yang disebabkan di golongkan sebagai penyakit menular/lokal (biasanya) atau menyebar (jarang).

Staphylococcus adalah sel yang berbentuk bola dengan garis tengah sekitar 1µm dan tersusun dalam kelompok tak beraturan.

S.aureus menghasilkan koagulase,suatu protein mirip enzim yang dapat menggumpalkan plasma yang telah diberi oksalat atau sitrat dengan bantuan suatu faktor yang terdapat dalam banyak serum. Bakteri yang membentuk koagulase dianggap mempunyai potensi menjadi patogen invasif.

S. ureus dapat ditemukan di kulit dan di hidung manusia,(Hidung biasanya dianggap tempat utama berkembangnya kolonisasinya) dan ada kalanya dapat menyebabkan infeksi dan sakit parah.

selengkapnya……lihat di-staphylococcus aureus

Iklan

ROTAVIRUS

Mei 17, 2008

Rotavirus adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit diare, terutama pada bayi. Rotavirus memiliki diameter tubuh 50-60 nm. Rotavirus menginfeksi sel-sel dalam vili usus halus dan berkembang biak dalam sitoplasma enterosit dan merusak mekanisme transportnya. Sel yang rusak dapat masuk ke dalam lumen usus dan melepaskan sejumlah besar virus, yang kemudian terdapat dalam tinja. Infeksi Rotavirus biasanya selama musim dingin, masa inkubasinya selama 1-4 hari.Penularannya melalui feses yang mengering dan disebarkan lewat udara.Gejala yang timbul jika terserang rotavirus antara lain diare, demam, nyeri perut, dan muntah-muntah, sehingga terjadi dehidrasi. Karene penularannya melalui feses maka penanganan yang paling baik adalah menjaga kebersihan lingkungan, dan penanganan bagi yang sudah terjangkit virus ini adalah dengan mengganti cairan yang hilang dengan meminumkan oralit, atau cairan pengganti oralit yang lain. Sedangkan untuk pencegahannya dapat dilakukan adalah merawat secara terpisah anak yang terinfeksi rotavirus dengan anak yang sehat, dan juga dilakukan vaksinasi.

ROTAVIRUS by Veronica Dewi P-078114006 ->CLICK HERE<-

BARTONELLA BACILLIFORMIS…..
Abstrak
Bartonella baciliformis adalah bakteri gram negatif aerobik yang dapat menyebabkan
penyakit bartonellosis. Penyakit bartonellosis mempunyai dua fase yang berbeda, yaitu
demam Oroya dan Verruga peruana. Penyebaran penyakit ini terbatas pada daerah
pegunungan Andes Amerika di daerah tropis Peru, Ekuador, dan Kolombia dengan
ketinggian antara 2000 hingga 9200 kaki (600 – 2800 m) dari permukaan laut.
Penularan terjadi melalui gigitan “sand fly” dari genus Lutzomyia (Lutzomyia
verrucarum). Penisilin, streptomisin, kloramfenikol, dan tetrasiklin efektif dalam
mengurangi demam dan bakteriemia. Pemberantasan vektor agas juga diperlukan
dalam pengendalian penyakit.

Klik di sini yach…

Bartonella bacilliformis

BORRELIA RECURRENTIS

Mei 16, 2008

ABSTRAK
BORRELIA RECURRENTIS
Merupakan mikroorganisme berbentuk spiral , fleksibel dan tidak berflagel. Bergerak dengan cara berputar mengelilingi poros spiral (melilit), kontraksi sel dan gerakan ular. Dapat hidup bebas dan sebagai parasit (pathogen). Reproduksi berlangsung secara tranversal. Merupakan mikrooorganisme anaerob dan ditularkan oleh tuma/sengkenit. Merupakan mikroorganisme penyebab penyakit demam kambuhan. Memiliki panjang 10 – 30 μm dan lebar 0,3 μm. Jarak antar putaran spiral berkisar antara 2 – 4 μm. Organisme ini dapat berkembang biak pada pembenihan cair yang mengandung darah, serum atau jaringan. Organisme ini dapat berkembang biak dengan cepat pada embrio anak ayam ketika darah dari pasien di inkubasi ke dalam membran Chorio Allantoic. Organisme ini dapat bertahan hidup hingga beberapa bulan dalam darah yang terinfeksi pada suhu 40C.

borrelia-recurrentis

PAYUNG MAUT MALAIKAT PENGHANCUR
Amanita phalloides adalah spesies jamur yang dikenal sebagai payung maut
(Death Cap) atau malaikat penghancur. Jamur termasuk dalam famili amanitaceae ini
merupakan jamur yang memiliki efek toksik sangat berbahaya. Efek toksiknya dapat
menyebabkan kematian bila jamur ini termakan.
Kata kunci: Amanita phalloides, death cap, phalloidin, amanitin

payung maut malaikat maut

ENTEROVIRUS 71 (EV 71)
ABSTRAK
Enterovirus 71 adalah virus tren baru yang ganas yang bisa melumpuhkan saraf dan otak selain itu menyebabkan luka pada kaki, tangan dan mulut. Penyakit yang disebabkan virus EV-71 ini sering disebut ”Flu Singapura” Istilah dalam dunia kedokteran, dikenal dengan nama hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan, dan mulut (KTM). Virus yang sangat cepat penyebarannya ini harus cepat adanya sosialisasi kepada masyarakat luas baik pencegahannya, ciri-ciri atau pertolongan pertama yang bisa dilakukan di layanan kesehatan terdekat.

Mau tahu kelanjutan virus tren baru ini???? klik aja…

enterovirus-71

14 Mei 2008
Iryana Butar-Butar
Farmasi/B/078114094
Universitas Sanata Dharma

Kingdom : Bacteria
Phyllum : Firmicutes
Classis : Bacilli
Ordo : Bacillales
Familia : Bacillaceae
Genus : Bacillus
Species : Bacillus cereus

Bacillus cereus telah dikenal sebagai agen yang mampu meracuni makanan sejak tahun 1955. Dilaporkan antara tahun 1972 hingga 1986 ditemukan 52 kasus penyakit yang bersumber dari kerusakan makanan diakibatkan oleh Bacillus cereus, tapi diperkirakan penemuan hanya 2% perwakilan dari sejumlah kasus yang telah terjadi selama periode tersebut. Kasus lainnya tidak dilaporkan biasanya karena kasus tersebut tidak dapat didiagnosa. Kebanyakan insiden makanan racun yang disebabkan oleh Bacillus cereus dikarenakan makanan yang dimakan adalah makanan yang telah dingin atau kesalahan dalam penyimpanan. Bacillus cereus berada dimana-mana, dan karena membentuk spora, dapat hidup di lingkungan selama bertahun-tahun.selengkapnya,,klik disini